Thursday , October 6 2022
Home / Berita / Others / Garap Bisnis Crowdfunding, Napro.id Siap ‘Sowan’ OJK

Garap Bisnis Crowdfunding, Napro.id Siap ‘Sowan’ OJK

Jakarta-Satu lagi perusahaan berbasis fintech siap hadir dan menyemarakkan pasar industri jasa keuangan di Indonesia. Adalah Napro.id, perusahaan dengan konsep bisnis investasi bersama (crowdfunding) melalui sektor properti, yang rencananya dalam waktu dekat bakal secara resmi melakukan launching usahanya. Hal ini cukup menarik mengingat keberadaan regulasi bagi bisnis crowdfunding di Indonesia sejauh ini bisa dibilang masih ‘abu-abu’, dalam arti beberapa pelaku bisnisnya telah bermunculan namun belum ada regulasi pasti yang mengaturnya. Terkait hal ini, pihak Napro.id mengaku bakal mengikuti apa pun yang bakal menjadi aturan dan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator industri jasa keuangan nasional. “Kami sudah diskusikan hal ini dengan asosiasi (Asosiasi Fintech Indonesia/AFI). Mereka bilang sejauh ini belum ada regulasi apa pun untuk hal (crowdfunding) ini. Karena itu kami dianjurkan untuk jalan aja dulu, sambil terus report progress dan kondisi di lapangan secara berkala. Kami juga sudah minta waktu untuk bertemu OJK tapi belum ada kabar lagi. Jadi tinggal menunggu waktu dari OJK saja. Kami siap untuk komunikasikan segala sesuatunya,” ujar Chief Operating Officer Napro.id, Sandra Vandhi, di Jakarta, Jumat (12/1).

Nantinya seiring dengan berjalannya waktu, juga dengan semakin berkembangnya bisnis crowdfunding di Indonesia, Sandra yakin pemerintah melalui OJK bakal segera mencarikan jalan keluar dengan membuat peraturan khusus untuk menata seluruh kegiatan di lapangan dan menjaga kepentingan seluruh pihak terkait agar tidak saling merugikan. Dan bila memang saat itu telah tiba, Sandra pun menyatakan komitmennya untuk bakal patuh dan selalu provide terhadap aturan baru yang akan diberlakukan.  “Kami siap ikuti apa pun aturan dan kebijakan yang nantinya akan diambil oleh OJK. Kami juga yakin bisnis kami sangat prudent dan bisa dipertanggungjawabkan secara manajerialnya, secara operasionalnya, sehingga kami tidak khawatir bakal ada hambatan atau hal-hal negatif lainnya. Kami yakin apa pun yang diatur oleh regulator itu juga untuk kepentingan industrinya juga. Kami akan patuh,” tutur Sandra. Napro.id sendiri merupakan perusahaan fintech yang mencoba memberikan kesempatan pada masyarakat untuk dapat berinvestasi di bidang properti dengan nominal yang cukup terjangkau, yaitu mulai dari Rp500 ribuan. Nantinya dana investasi itu oleh Napro.id dikumpulkan untuk dibelikan unit produk properti sesuai kesepakatan dan dalam 2-3 tahun akan kembali dijual. Keuntungan dari peningkatan harga dalam kurun waktu 2-3 tahun itulah yang akan dibagikan sebagai profit kepada para pemilik dana investasi tadi. “Makanya kami menyebutnya ‘napro’, yaitu nabung properti. Jadi kami mencoba membantu masyarakat agar dananya bisa berkembang masif seperti investasi di properti, namun tidak perlu beli unit propertinya langsung yang tentunya mahal. Cukup dimulai dari Rp500 ribu saja seperti menabung, namun return yang didapat setara dengan investasi di properti,” tegas Sandra. (JAT)

Cek juga

BRI Menanam Proyeksikan Kontribusi Penurunan Emisi Karbon Hingga 23% di 2025

Jakarta, Lantaibursa.id – Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk turut menjaga ketahanan iklim melalui pengurangan emisi karbon. Hal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *