Jakarta – PT Intiland Development Tbk (DILD), mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) di sepanjang tahun ini mencapai Rp 2 triliun. Angka ini terbilang konservatif dengan anggaran yang dicanangkan tahun lalu.
Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono mengungkapkan, dana capex tersebut akan digunakan untuk modal kerja dan juga untuk proyek yang sudah berjalan.
“Sebagian besar capex kita pakai untuk modal kerja, proyek high rise dan mix used milik perseroan,” kata dia di Jakarta akhir pekan kemarin.
Selain itu, ia merincikan, dana tersebut juga untuk investasi pembangunan proyek high rise dan mixed use yang berlokasi di Jakarta. Proyek yang dirilis tahun lalu ini ditargetkan bakal rampung pada tahun 2022 mendatang.
Archied menambahkan, anggaran belanja modal tersebut akan bersumber dari kas internal perseroan dan juga pinjaman perbankan.
Nah, guna menggenjot kinerjanya, perseroan menarget dapat meraup angka penjualan pemasaran atau marketing sales sekitar Rp3,3 triliun. Target ini diharapkan bisa diperoleh dari seluruh segmen, mulai dari mixed use dan high rise, landed house serta kawasan industri.
“Untuk kontribusi tetap di proyek yang ada sekarang. Jakarta 60%, Surabaya 40%. Kontribusi produk baru diharapkan dapat menyumbang 40-50%,” tutup Archied. (Jeff)