Saturday , December 15 2018
Home / Berita / Menteri BUMN Beberkan Capaian Gemilang Pemerintah Selama 3 Tahun

Menteri BUMN Beberkan Capaian Gemilang Pemerintah Selama 3 Tahun

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membeberkan capaian kinerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama 3 tahun terakhir (2014-2017) pada acara Investment Forum yang diprakarsai oleh Central for Strategic & International Studies (CSIS) di Washington DC, Amerika Serikat.

Rini menjelaskan saat ini Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar ke-15 di dunia dan juga yang ke-3 tumbuh paling cepat di antara negara-negara yang tergabung dalam G20.

Ekonomi Indonesia tumbuh dengan stabil dan sehat dengan utang fiskal sebesar 27 persen dari PDB. Peringkat kemudahan berbisnis Indonesia pun naik dari urutan ke 120 menjadi peringkat 91 di dunia, diikuti dengan peningkatan investasi mencapai 50 persen.

“Elektrifikasi nasional melonjak dari 84 persen menjadi 95 persen. Angka kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan semuanya menurun.

Dengan sederet perkembangan yang menggembirakan tersebut,  menandakan masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik dan cerah,” ujar Rini dalam paparannya.

Selain itu, Indonesia juga telah siap untuk ekonomi digital. Hadirnya dukungan jaringan 3G dan 4G telah membawa Indonesia melompat ke era digital. Dalam lima tahun terakhir tercatat akses internet telah melonjak dari 22 persen menjadi 50 persen. Sektor financial technology kian bertumbuh dengan deretan startup yang menawarkan berbagai layanan keuangan yang lebih luas.

“Kami melihat potensi besar dalam ekonomi digital dan BUMN di Indonesia merangkul digital dengan cara besar. Kami telah memulai digital transformasi di semua sektor. Mulai dari energi, keuangan,

telekomunikasi, layanan publik dan logistik. Kami percaya ini baru permulaan, dan kami menantikan lebih banyak lagi inovasi di masa depan,” ungkap Rini.

Capaian positif tersebut tak lepas dari peran kinerja seluruh perusahaan BUMN. Total pendapatan seluruh BUMN pada 2017 mencapai USD 151 Miliar, angka tersebut setara dengan 15 persen dari PDB Indonesia.

BUMN yang terdaftar pada lantai pasar modal mewakili 25 persen dari total kapitalisasi pasar Indonesia. Bahkan aset kolektif BUMN Indonesia jumlahnya telah mencapai USD 538 Miliar.

“Artinya sebagai kelompok, total aset BUMN kami lebih besar dari Temasek dan Khazanah meskipun aset keduanya digabungkan,” jelas Rini.

Total ekuitas BUMN pada 2017 pun meningkat cukup baik menjadi USD 179 Miliar dari semula USD 168 Miliar pada 2016. Begitupun dengan total laba bersih BUMN meningkat dari semula USD 12 Miliar pada 2016 menjadi USD 14 Miliar pada akhir 2017.

Rini melanjutkan, sejak 2015 pihaknya telah banyak melakukan transformasi di tubuh BUMN dengan tujuan memperkuat partisipasi perusahaan negara dalam memacu pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah di Indonesia.

“Kami sedang membangun berbagai transportasi darat untuk melayani publik seperti kereta ringan LRT di Jakarta dan Palembang. Didukung juga dengan pengembangan konektivitas laut dan udara. Segala kemajuan dan percepatan infrastruktur tersebut kami siapkan sebagai upaya ke depan menerima kehadiran investor,” kata Rini.(ART)

Check Also

Simas Jiwa Gelar Seminar Tentang Pencegahan Pencucian Uang 

JAKARTA – PT Asuransin Simas Jiwa bersama Entitas Utama Konglomerasi Keuangan Sinarmas Financial Services PT Bank …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *