Thursday , November 22 2018
Home / Berita / HKTI: Dibutuhkan Duet Pemimpin Segar untuk Optimalkan Pencapaian di Sektor Pertanian
Didamping Moeldoko dan Amran Sulaiman, Jokowi Buka pameran Asia Agriculture & Food Forum di Jakarta akhir Juni 2018 (dok. HKTI)

HKTI: Dibutuhkan Duet Pemimpin Segar untuk Optimalkan Pencapaian di Sektor Pertanian

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejauh ini dipandang telah berhasil mencatatkan berbagai pencapaian yang positif bagi sektor pertanian nasional. Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menilai, Jokowi sejak awal telah menaruh perhatian besar tentang kedaulatan pangan yang tercermin di dalam program Nawacita.

Perhatian ini tercermin pula dari besaran infrastruktur pertanian yang telah dibangun oleh Jokowi dalam periode 4 tahun kepemimpinannya. Ke depannya, pencapaian-pencapaian ini bakal makin dioptimalkan dengan duet pemimpin yang segar yang memiliki perhatian dan pemahaman di sektor pertanian.

“Pak Jokowi meningkatkan infrastruktur itu sangat bagus sekali, baru 5 tahun sudah membangun, yang luar Jawa tidak pernah disentuh, sekarang disentuh Pak Jokowi, pembangunan infrastruktur itu,” sebut Sekretaris Jenderal HKTI, Mayjen (Purn) Bambang Budi Waluyo dalam Diskusi Publik HKTI dengan tema “Tantangan Pertanian Indonesia 5 Tahun ke Depan” di Jakarta, Kamis (2/8/2018)

Ia mengatakan, dalam periode ke depan, pembangunan sektor pertanian mestinya diiringi pula dengan pengembangan soft skill-nya.

Sementara, Ketua Umum HKTI Jend. (Purn) Moeldoko memaparkan pandangannya tentang isu-isu strategis di sektor pertanian yang harus segera ditangani. Pertama adalah sempitnya lahan; kedua,akses petani terhadap perbankan sangat rendah; ketiga, respon petani terhadap teknologi pertanian masih belum baik; keempat, persoalan manajerial; dan kelima, persoalan paska panen.

Selain itu, kurangnya minat generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian turut menjadi permasalahan yang akan segera diperbaiki.

“Ini karena kondisi pertanian kita kurang menjanjikan. Kalau kita coba dari kondisi yang kurang menjanjikan menjadi menjanjikan, maka saya pastikan banyak yang akan bergabung dengan kita (petani),” ujar Moeldoko.

Kemampuan manajerial Moeldoko diharapkan mampu membawa kerangka kerja yang berbeda di dalam sektor pertanian Indonesia yang mendorong produktivitas secara signifikan. Hal ini juga yang mendasari penunjukannya sebagai Ketua Umum HKTI oleh Presiden Jokowi.

Selama satu tahun Moeldoko pimpin HKTI, banyak pencapaian telah diraihnya, antara lain yaitu menciptakan bibit unggulan M400 dan M70 dengan sertifikasi dan pujian dari Mentan, mendirikan perusahaan M-Tani untuk mengembangkan bibit unggul, pupuk, teknologi pertanian dan pendampingan bagi petani.

Ia juga membangun pompa air raksasa di Gunung Kidul untuk mendukung pertanian kawasan, dan membentuk kelengkapan organisasi HKTI berupa organiasi otonom HKTI yaitu Koperasi HKTI Tani Makmur Sejahtera, Media Center, IT Data Center, Brigade Anti Hama, Lembaga Litbang, LBH dan Event Organizer.

Check Also

SMGR Gelontorkan Rp13 Triliun Ambil Alih 80,6% Saham Holcim

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) baru saja menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *