Saturday , December 15 2018
Home / Berita / Dipengaruhi Kondisi Domestik dan Global Sepanjang Tahun, IHSG Turun 4,57 Persen

Dipengaruhi Kondisi Domestik dan Global Sepanjang Tahun, IHSG Turun 4,57 Persen

Dipengaruhi Kondisi Domestik dan Global Sepanjang Tahun, IHSG Turun 4,57 Persen

Jakarta – Kinerja Pasar Modal Indonesia pada tahun ini sangat dipengaruhi oleh kondisi stabilitas perekonomian domestik serta pengaruh perekonomian global. Pengaruh domestik antara lain Bank Indonesia sampai dengan 9 Agustus 2018 telah menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebanyak 3 kali dari 4,25% menjadi 5,25%.
Selanjutnya, lembaga pemeringkat Rating and Investment Information, Inc. (R&I) meningkatkan Sovereign Credit Rating (SCR) Indonesia dari BBB- /Outlook Positif menjadi BBB/Outlook Stabil pada 7 Maret 2018.

Adapun, pengaruh global antara lain The Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga 25 basis poin untuk kedua kalinya pada 2018 menjadi 2%, imbal hasil (yield) suku bunga US Treasury 10 tahun naik 3,1% untuk pertama kalinya sejak tahun 2011.
Sementara untuk yield 2 tahun berada pada level tertingginya setelah 1 dekade pada level 2,58%, serta politik dagang antara Amerika Serikat dengan China turut memberikan stimulus pada Pasar Modal Indonesia.

Atas dasar kondisi tersebut, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan 9 Agustus 2018 berada pada posisi 6,065.29 atau mengalami penurunan sebesar -4,57% jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 31 Desember 2017 dengan nilai 6,355.65.

Nilai kapitalisasi pasar saham mengalami penurunan 3,05% yaitu sebesar Rp6.837,30 triliun, dari Rp7.052,39 pada 31 Desember 2017.

“Namun demikian, mengingat potensi perekonomian Indonesia yang sangat besar, OJK meyakini IHSG akan menunjukkan tren positif ke depannya,” sebut Hoesen, Kepala Eksekekutif Pengawas Pasar Modal OJK dalam acara peringatan 41 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, di gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Sementara itu, kinerja Reksa Dana menunjukkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan tercermin dari pertumbuhan sampai dengan 8 Agustus 2018 dengan total Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana meningkat 9,70% dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2017 dari Rp457,51 triliun menjadi =Rp 501,91triliun.

Sepanjang Januari 2018 hingga 9 Agustus 2018, OJK telah mengeluarkan 99 surat Pernyataan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum,dengan total nilai hasil Penawaran Umum Rp111,22 triliun. Terdapat 33 Emiten baru sejak awal tahun 2018 hingga 9 Agustus 2018.

Selain itu, perkembangan Pasar Modal syariah sampai dengan 8 Agustus 2018 antara lain pertumbuhan jumlah saham yang masuk dalam daftar efek syariah sebanyak 393 dengan nilai kapitalisasi Rp 3.587,81 triliun.

Jumlah sukuk yang outstanding sampai dengan agustus 2018 sebanyak 91 dengan nilai emisi 17,34 triliun atau tumbuh sebesar 10,17% sepanjang tahun 2018.
Reksadana syariah yang beredar sebanyak 204 dengan nilai NAB sebesar Rp. 32,59 triliun atau tumbuh sebesar 15,12%. Jumlah Ahli Syariah hingga saat ini sebanyak 79 pihak.

 

Check Also

Simas Jiwa Gelar Seminar Tentang Pencegahan Pencucian Uang 

JAKARTA – PT Asuransin Simas Jiwa bersama Entitas Utama Konglomerasi Keuangan Sinarmas Financial Services PT Bank …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *