Monday , December 10 2018
Home / Berita / Pameran di Korsel, UKM Indonesia Catat Transaksi US$2,22 Juta
handmade korea 2018_itpc busan

Pameran di Korsel, UKM Indonesia Catat Transaksi US$2,22 Juta

Jakarta – Sebanyak 15 usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia berhasil mencatat transaksi sebesar US$2,22 juta pada pameran “Korea Handmade 2018” yang berlangsung pada 26-29 Juli 2018 di Convention and Exhibition Center, Seoul, Korea Selatan. Nilai ini terdiri dari transaksi saat pameran sebesar US$220 ribu untuk produk tas dari kulit reptil, tas kristal batik perhiasan dari perak, bros,dekorasi rumah dari kayu, baju, dan kain batik.

Selain itu, transaksi potensial sebesar US$2 juta untuk produk tas kulit dan baju batik. Diperoleh juga komitmen penjajakan sampel untuk trial order di beberapa produk makanan ringan, perhiasan berupa bros atau mutiara, serta dekorasi rumah dari kayu.

Pameran yang difasilitasi oleh Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (Atdag dan ITPC) Busan ini bertujuan mempromosikan produk-produk kerajinan tangan.

“Melalui pameran ini, diharapkan UKM Indonesia dapat memperkenalkan aneka produk kerajinan tangan Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan serta mendapatkan pengalaman dan pembelajaran dalam memasuki pasar internasional,” ujar Kepala ITPC Busan, Ni Made Kusuma Dewi.

Para UKM Indonesia yang mengikuti pameran antara lain Bunning Handicraft, Peggy’s Arts and Craft, SVH, Wira Silver Bali, Andika Snack, Tarti Camelia, Fifi Collection, Eka Rivera, Peostcraft, YL Handicraft, Batik Yursi Cirebon, Zarming, serta Al Warits and Aromatherapy dan Rolupat Batik.

Selama mengikuti pameran, UKM Indonesia juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan industri kerajinan tangan dan menampilkan beberapa karya batik serta aksesori tas kulit di ajang peragaan busana.

Menurut data International Trade Center (ITC) tahun 2017, ekspor kerajinan asal Indonesia ke Korea Selatan per tahun tercatat senilai US$26,80 juta.

Nilai ini terdiri dari kerajinan bahan kulit sebesar US$21,70 juta; kerajinan logam berupa artikel perhiasan dan perhiasan imitasi senilai US$3,43 juta; kerajinan bahan kayu berupa patung, hiasan kayu, kotak perhiasan, dan alat makan sejumlah US$1,63 juta; serta lukisan dan barang seni lainnya senilai US$45 ribu.

Sedangkan, berdasarkan data dari BPS yang diolah Kemendag, total data perdagangan Indonesia dan Korea Selatan periode Januari−Mei 2018 tercatat sejumlah US$7,55 juta, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$6,83 juta.

Adapu, total ekspor nonmigas Indonesia dan Korea Selatan periode Januari−Mei 2018 mencapai US$2,88 juta atau naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$2,62 juta.

Check Also

Capitol Nusantara Incar Kenaikan Pendapatan 10 Persen di 2019

Jakarta – PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) tengah menghadapi masa sulit dalam usahanya di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *