Saturday , December 15 2018
Home / Berita / WSBP Revisi Target Kontrak Baru 2018
lantaibursa.id/MS Fahmi Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Jarot Subana (tengah) bersama Direktur Operasional I WSBP Agus Wantoro (kiri), Direktur Pengembangan Bisnis dan SDM WSBP A Yulianto Tyas Nugroho (kedua kiri), Direktur Keuangan dan Resiko WSBP Budi Setyono (kedua kanan) dan Direktur Operasional II WSBP Didit Oemar Prihadi berbincang seusai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT WSBP di Jakarta, Kamis (05/04/2018).

WSBP Revisi Target Kontrak Baru 2018

Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyatakan bahwa perseroan telah melakukan revisi target kontrak baru untuk tahun 2018. Revisi dilakukan seiring dengan kebijakan induk usahanya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Direktur Utama WSBP, Jarot Subana menjelaskan, perseroan memiliki bagian sisa kontrak tahun lalu atau carry over sebesar Rp10,6 triliun. Sementara, total kontrak (orderbook) yang digenggam perseroan tahun ini diharapkan mencapai Rp17 triliun.

“Sampai akhir tahun, target penjualan kami adalah sekitar Rp7,5 triliun, sehingga kami masih mempunyai carry over untuk tahun 2019 sebesar Rp9 hingga 10 triliun,” kata Jarot dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (19/9/2018).

Jarot juga menyatakan bahwa perseroan tetap optimistis catatkan kinerja yang baik meski terjadi perlambatan pada proyek infrastruktur. Saat ini, proyek infrastruktur adalah sekitar 70-80% dari total proyek yang dikerjakan Perseroan.

“Jika infrastruktur melambat, kami akan mengejar pasar eksternal swasta non infrastruktur, contohnya ke proyek-proyek properti. Kami juga sedang mengkaji pengembangan bisnis yaitu bisnis transporter serta pabrik besi,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, perseroan saat ini memiliki 5 tambang (quarry) untuk mendukung aktivitas operasional. Nantinya, produk dari 5 quarry tersebut dapat diproduksi dan dijual ke pasar eksternal. Selain itu, peralatan-peralatan yang dimiliki oleh perseroan juga dapat disewakan ke pihak eksternal.

Dengan demikian, perseroan meyakini bahwa sampai dengan tahun 2020 proyek infrastruktur akan tetap berjalan sesuai dengan target.

Terkait penurunan nilai tukar rupiah saat ini, Jarot menegaskan bahwa tidak memberi pengaruh signifikan terhadap perseroan, yakni hanya sekitar 5-10% dari pengadaan besi beton dan strand.

“Dngan strategi perseroan yang memiliki kontrak payung dengan para supplier, fluktuasi kurs hanya akan berdampak pada penambahan harga satuan barang yang tidak signifikan,” imbuhnya.

 

Check Also

Simas Jiwa Gelar Seminar Tentang Pencegahan Pencucian Uang 

JAKARTA – PT Asuransin Simas Jiwa bersama Entitas Utama Konglomerasi Keuangan Sinarmas Financial Services PT Bank …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *