Wednesday , November 21 2018
Home / Berita / Santuan Jasa Raharja Meningkat Hingga 40%

Santuan Jasa Raharja Meningkat Hingga 40%

Jakarta – Tingginya angka kecelakaan dan adanya kenaikan santunan menyebabkan penyaluran santunan Jasa Raharja hingga September 2018 meningkat 40% dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo Slamet, mengatakan dari tahun ke tahun progres kecepatan pelayanan naik signifikan. Dari awalnya target penyaluran santunan kepada korban maksimal tujuh hari, dipercepat menjadi tiga hari.

“Optimalisasi kecepatan terus dilakukan hingga ditargetkan menjadi maksimal 2 hari, dan terobosan terbaru, per September 2017 penyaluran santunan bisa dicapai dalam waktu maksimal 1 hari dan 4 jam,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra.com, Kamis (18/10).

Budi Rahardjo mencontohkan, pada kasus kecelakaan bus pariwisata di Cikidang, Sukabumi, yang menyebabkan 21 orang korban meninggal dunia, santunan sudah bisa disalurkan pada Ahad siang di Kantor Bupati Bogor untuk kejadian yang terjadi Sabtu siang tersebut.

“Kecepatan ini karena kami bergerak cepat ketika ada informasi kecelakaan,” ujar Budi.

Ia juga menambahkan, atas kerja sama dengan mitra kerja, di antaranya dengan kepolisian, rumah sakit, Dukcapil, BPJS, dan juga BRI, kecepatan pelayanan juga semakin nyata diwujudkan.

Ketika peristiwa terjadi pada Sabtu atau Ahad, pembayaran melalui BRI tetap bisa diproses sehingga tak ada alasan untuk tidak segera menyalurkan hak masyarakat, dalam hal ini korban kecelakaan.

Hingga September 2018, sebagaimana ditegaskan Budi Rahardjo, total santunan Jasa Raharja sudah mencapai angka Rp1,85 triliun. Angka ini kurang dari Rp5 miliar dari target penyaluran santunan Rp2,3 triliun hingga akhir tahun 2018.

Dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, penyaluran santunan hingga September 2018 meningkat 40%.

Menurut Budi Rahardjo, tingginya angka santunan Jasa Raharja tersebut dikarenakan adanya peningkatan jumlah santunan sebesar 100% yang resmi berlaku pada Juni 2018 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan PMK No. 15 dan 16 Tahun 2017).

“Tunjangan kami meningkat berdasarkan PMK, untuk korban meninggal dunia dari Rp25 juta jadi Rp50 juta, biaya perawatan dulu maksimal Rp10 juta sekarang Rp20 juta, dan juga ada manfaat tambahan,” jelas Budi. (*)

Check Also

SMGR Gelontorkan Rp13 Triliun Ambil Alih 80,6% Saham Holcim

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) baru saja menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *