Monday , December 10 2018
Home / Berita / JLL: Permintaan Ruang Perkantoran di Kuartal III 2018 Tetap Positif
Ilustrasi proyek pembangunan gedung di jakarta

JLL: Permintaan Ruang Perkantoran di Kuartal III 2018 Tetap Positif

Jakarta – JLL, lembaga penyedia jasa manajemen real estate dan investasi menyatakan bahwa pasar perkantoran di wilayah Jakarta masih menunjukkan perkembangan di tengah ketidakstabilan kondisi ekonomi saat ini. Permintaan ruang perkantoran pun masih tetap meningkat meski secara terbatas.

James Taylor, Head of Research JLL mengatakan, pergerakan pasar perkantoran selama triwulan III 2018 ini tetap positif meskipun tidak sebesar triwulan sebelumnya. Harga sewa masih terus terkoreksi dan tingkat hunian masih berada dalam tekanan.

“Di sektor ritel, membuat pusat perbelanjaan lebih atraktif masih menjadi agenda utama para peritel dan landlord. Tingkat serapan pasar kondominium untuk triwulan 3 tetap stabil di angka 63%,” ujarnya.

Menurut Head of Markets JLL, Angela Wibawa, selama triwulan ketiga ini, telah terserap sekitar 38.000 m2 di kawasan central business district (CBD) dan ±25,000 m2 di kawasan non-CBD dimana sejumlah relokasi, konsolidasi, dan ekspansi masih terjadi.

“Beberapa sektor yang masih aktif antara lain teknologi, coworking space, dan professional services. Beberapa landlord sudah lebih fleksibel dalam mencapai harga sewa yang kompetitif,” imbuhnya.

Sementara, Cecilia Santoso Head of Retail JLL menuturkan bahwa pasar ritel di triwulan ketiga tahun 2018 masih melanjutkan beberapa aktivitas yang mampu mendukung pusat perbelanjaan terlihat lebih atraktif.

Sejumlah pembaharuan dan renovasi baik dari sisi peritel maupun landlord masih dilaksanakan berdampingan dengan tingkat permintaan sektor fashion dan F&B yang masih menjadi daya tarik utama. “Tingkat hunian saat ini masih stabil di angka 88%,” ujarnya.

Aktivitas peluncuran unit baru oleh para pengembang dinyatakan masih terlihat di daerah Jakarta Selatan dan Timur. Dari unit-unit yang diluncurkan tersebut terlihat penyerapan oleh pasar sehingga tingkat penjualan relatif stabil di kisaran 63%.

Pasokan kondominium baru dengan kemudahan akses transportasi masa depan seperti LRT/MRT, kombinasi ukuran yang kecil, dan harga yang terjangkau menjadi konsep yang cukup diminati oleh konsumen.

Mendekati tahun politik, minat investor untuk melakukan bisnis properti di Indonesia masih terlihat cukup tinggi khususnya untuk sektor residensial dan logistik. Investor asal Jepang, RRT, Hong Kong dan Singapura secara konsisten menunjukkan minat tersebut.

“Diharapkan realisasi investasi asing dan lokal tidak menemui halangan yang signifikan di tahun politik,” kata James Allan, Country Head JLL.

 

Check Also

Capitol Nusantara Incar Kenaikan Pendapatan 10 Persen di 2019

Jakarta – PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) tengah menghadapi masa sulit dalam usahanya di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *