Sunday , December 16 2018
Home / Berita / Pool Advista Finance Galang Dana di Pasar Modal

Pool Advista Finance Galang Dana di Pasar Modal

JAKARTA – Perusahaan pembiayaan PT Pool Advista Finance Tbk akan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) sebanyak-banyaknya 800.000.000 lembar saham baru dengan nominal Rp 100. Jumlah saham baru tersebut setara dengan 23,92% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.

 

Direktur Utama PT Pool Advista Finance Tbk (PAF) – Asa Mirzaqi mengatakan dalam rencana IPO ini, Perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 800.000.000 Waran Seri I dengan rasio 1:1. Dengan demikian, jumlah seluruh saham termasuk saham pendiri, dan Waran yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia(BEI) sebanyak 3.592.910.000 (3,59 miliar) saham. Sedangkan sisanya sebesar 621.690.000 saham tidak dicatatkan sesuai POJK 28/POJK.05/2014 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Pembiayaan.

 

Lebih lanjut, Asa menambahkan, “Perusahaan yang fokus pada pembiayaan sektor produktif dan menyasar kalangan korporasi ini, dengan masuk bursa merupakan salah satu strategi Perseroan dalam meningkatkan pertumbuhan aset dan profit dengan memanfaatkan sumber dana dari pasar modal. Strategi lain dilakukan dengan mengembangkan sistem teknologi informasi (IT) dan infrastruktur pada awal 2019, serta meningkatkan pembiayaan dengan prinsip syariah.”ungkapnya.

 

Arfianto Wibowo Direktur Bisnis / Independen PAF mengatakan, kinerja Perseroan di industri pembiayaan produktif sangat baik; seiring dengan pencapaian pembiayaan yang positif.  Hingga Juli 2018, total pembiayaan mencapai Rp 258,35 miliar, terdiri dari Pembiayaan Investasi sebesar Rp 90,08 miliar, Pembiayaan Modal Kerja Rp 85,14 miliar, Pembiayaan Multiguna Rp 82,91 miliar, dan Pembiayaan Syariah Rp 220 juta. Pada akhir tahun 2017, Perseroan mampu membukukan total pembiayaan sebesar Rp 180,27 miliar. “Dilihat dari total portofolio pembiayaan, kami masih fokus di pembiayaan sektor produktif terutama investasi,  pembiayaan modal kerja. Hal ini didasari dari kebijakan memitigasi risiko pembiayaan,” ungkap Arfianto.

 

Sedangkan Direktur Keuangan PAF Raden Ari Priyadi menambahkan, rasio solvabilitas pada akhir Juli 2018 sebesar 0,15 kali dengan net profit margin (NPM) yakni 138,13%, naik signifikan dari akhir 2017 sebesar 82,94%. “Aset hingga Juli 2018 mencapai Rp 325,59 miliar dari akhir tahun lalu Rp 273,90 miliar. Kewajiban kami pada akhir Juli sebesar Rp 44,53 miliar dan ekuitas Rp 281,07 miliar.”katanya.

 

Saham Perseroan dimiliki oleh PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) sebesar 99,99%, sisanya dimiliki oleh Freddy Gunawan, sementara saham POOL dimiliki publik sebanyak 69,2%, sisanya ASABRI 12,16% dan PT Advista Multi Artha 18,64%.

 

Ari menilai prospek industri pembiayaan di Indonesia tahun ini masih prospektif yang ditunjukkan dengan peningkatan aset industri multifinance per akhir Juli 2018 yang menembus Rp38 triliun atau naik 8,2% year on year.

 

Ditambah lagi, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia juga positif baik dari Kementerian Keuangan yakni antara 5,18-5,4% maupun dari Bank Indonesia sebesar 5,2%. Selain itu, ada beberapa regulasi yang mendukung pertumbuhan multifinance diantaranya aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal perluasan kegiatan usaha (POJK No.29/2014) dan kelonggaran uang muka dan Loan to Value dari Bank Indonesia (PBI No.20/2018).

 

Ari menambahkan, model bisnis yang dijalankan Perseroan sejak 2016 hingga 2017 mampu meningkatkan kinerja, terbukti dengan kenaikan laba bersih sebesar 30,78% dari Rp 20,69 miliar pada 2016 menjadi Rp 27,06 miliar pada 2017. Hingga kini, Perseroan masih akan mengandalkan pembiayaan konvensional dan syariah. Untuk pembiayaan syariah di antaranya Ijarah Multijasa, Ijarah Muntahiyah Bittamlik atau IMBT (leasing), dan Murabahah (jual-beli).

 

Suparno Sulina Direktur PT Artha Sekuritas Indonesia sekaligus sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek mengatakan, harga saham berkisar Rp 125 – Rp 150 per saham. Dana yang akan diraih sekitar Rp 100 miliar – Rp 120 miliar. Adapun, mengenai rencana penggunaan dana setelah IPO, sekitar 50% akan digunakan untuk investasi pengembangan infrastruktur Perseroan dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. Masa penawaran umum akan dimulai pada 7 – 9 November dan listing di BEI dijadwalkan pada 14 November 2018.

 

Sekilas PT Pool Advista Finance Tbk

PT Pool Advista Finance Tbk dahulu bernama PT Indojasa Pratama Finance dan bergerak di pembiayaan konsumen bidang otomotif. Perusahaan berdiri pada 21 Mei 2001 dengan nama Indojasa Finance dan mendapat izin usaha multifinance pada 23 April 2002. Pada 2003, Indojasa menerbitkan obligasi Rp 40 miliar dengan peringkat BBB+ dari PT Kasnic Credit Rating Indonesia. Awal 2004, perusahaan berganti nama menjadi Indojasa Pratama Finance.

 

Pada 2013-2015 ekspansi bisnis dihentikan karena tekanan eksternal. Namun tahun 2016, seiring dengan kebijakan OJK soal pembiayaan modal kerja, bisnis perseroan mulai meningkat pesat. Modal juga dinaikkan dari Rp 55 miliar menjadi hampir Rp 255 miliar di akhir tahun 2015 dan sejak 2 November 2017, Perseroan berganti nama menjadi PT Pool Advista Finance. (AHM)

Check Also

Simas Jiwa Gelar Seminar Tentang Pencegahan Pencucian Uang 

JAKARTA – PT Asuransin Simas Jiwa bersama Entitas Utama Konglomerasi Keuangan Sinarmas Financial Services PT Bank …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *