Saturday , December 15 2018
Home / Berita / Kerjasama Schneider Electric dan Kemenprin untuk pengembangan industri 4.0

Kerjasama Schneider Electric dan Kemenprin untuk pengembangan industri 4.0

Batam – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus meningkatkan keterampilan dan optimalisasi penggunaan hasil evolusi industri 4.0 oleh pelaku industri di Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Schneider Elctric yang merupakan perusahaan global terkemuka dalam pengelolaan energi, otomasi dan proteksi listrik.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara dengan Vice President PT Schneider Electric Manufacturing Batam Gabriel De Tissot serta disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Adapun ruang lingkup dari kerja sama tersebut antara lain, pengembangan dan penerapan teknologi industri 4.0, penguatan kolaborasi percepatan pemanfaatan teknologi industri 4.0, peningkatan dan pengembangan kualitas SDM dalam menghadapi industri 4.0, dan pemanfaatan fasilitas penelitian dan pengembangan teknologi.

Dalam sambutannya, Menperin Airlangga memberikan apresiasi kepada PT Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB) yang telah ikut serta mendukung program Making Indonesia 4.0.

“Kolaborasi dengan berbagai mitra yang berkompeten di bidang transformasi digital seperti Schneider Electric merupakan bagian dari penguatan kebijakan Kemenperin dalam mempercepat pengimplementasian revolusi industri 4.0 di industri manufaktur yang memiliki peranan sangat penting dalam pencapaian visi Indonesia untuk mejadi 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030,” kata Airlangga di Batam, Jumat (16/11).

Ditambahkan Airlangga, dengan adanya lighthouse berupa Smart Factory di Batam akan memberikan gambaran lebih riil kepada para pelaku industri di Indonesia mengenai proses perjalanan transformasi digital industri dan manfaatnya bagi bisnis.

Menurutnya, sebuah lighthouse atau champion akan menjadi role model sekaligus juga mitra dialog pemerintah dalam implementasi Industri 4.0 di Indonesia. Mengingat PT Schneider Electric Manufacturing Batam memiliki banyak pengalaman dan kompetensi dalam mendirikan fasilitas smart factory serta journey transformasi digital, maka PT SEMB dapat dijadikan sebagai role model bagi industri lain untuk melakukan transformasi digital ke implementasi industri 4.0.

“Untuk itu, Kementerian Perindustrian menunjuk PT Schneider Electric Manufacturing Batam (PT SEMB) sebagai salah satu lighthouse implementasi industri 4.0 di sektor industri elektronik,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Airlangga mengajak partisipasi aktif industri lainnya di Indonesia sebagai lighthouse di sektor industri prioritas implementasi industri 4.0 lainnya sehingga kita dapat melihat manfaat positif implementasi industri 4.0 pada sektor manufaktur.

“Pemerintah selaku pembuat kebijakan akan memfasilitasi kebutuhan riil sektor industri prioritas implementasi Industri 4.0 dalam mengadopsi teknologi industri ke-empat secara optimal,” tutur Menperin.

Airlangga berharap dengan pelaksanaan MoU ini akan mengakselerasi penyiapan SDM Industri dan SDM Aparatur dalam implementasi industri 4.0 di sektor manufaktur.

Sementara itu, Gabriel De Tissot selaku Vice President PT Schneider Electric Manufacturing Batam merasa bangga dapat bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian untuk menjadi pabrik percontohan Industri 4.0 pertama di Indonesia dan diperhitungkan sebagai salah satu perusahaan terkemuka di wilayah ini.

“Kerja sama dengan Kemenperin dan Smart Factory kami di Batam dalam pelatihan dan pendampingan akan membuka peluang terbesar bagi para pelaku industri untuk berdiskusi dan membangun kompetensi dalam penerapan digitalisasi, otomasi dan proses transformasi digital di manufaktur dengan merujuk pada praktek terbaik yang pernah ada,” tutur Gabriel.

Smart Factory Schneider Electric di Batam adalah bagian dari transformasi digital Schneider Electric secara Global. Sampai hari ini, Schneider Electric telah memiliki enam smart factory di seluruh dunia termasuk di Batam.

Smart Factory Schneider Electric lainnya terletak di China, Prancis, Filipina, Amerika Utara dan India. Aplikasi yang digunakan smart factory Schneider Electric mencakup connected product, edge control dan apps, analytics & services untuk pengelolaan energi: Augmented Operator Advisor, Power Monitoring Expert, IoT monitoring via Machine Advisor & Aveva Insight, Lean Digitalization System for shop floor management, Virtual Reality for industrialization, Augmented Reality for operator training, Collaborative Robots, Automatic Guided Vehicles, Remote assistance for maintenance & Machine learning.

Semua solusi di atas terhubung kepada platform EcoStruxture, yaitu platform IoT (Internet of Things) milik Schneider Electric yang terbuka, mudah dioperasikan, dan kompatibel. EcoStruxure memberikan nilai lebih dalam hal keamanan, keandalan, efisiensi, daya tahan dan konektivitas.

EcoStruxure dibangun berdasarkan kemajuan dalam IoT, mobilitas, deteksi, cloud, analitik, dan keamanan cyber untuk menghadirkan inovasi di setiap tingkat, dari produk yang terhubung ke analisis dan layanan aplikasi, melalui kontrol periferal.

EcoStruxure hadir di lebih dari 480.000 instalasi, didukung oleh lebih dari 20.000 sistem integrator, dan menghubungkan lebih dari 1,5 juta aset.

Di Batam, Schneider Electric mempekerjakan lebih dari 2.900 karyawan di tiga smart factory yang memproduksi beragam produk (contractor, relay, variable speed drives, sensors, circuit breakers, electronic boards) yang didistribusikan tidak hanya untuk pasar dalam negeri, namun juga Eropa, Amerika Utara, China, India dan wilayah Asia Pasifik.

Ketiga pabrik ini telah tersertifikasi dengan standard internasional ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001.

Selain menerapkan solusi EcoStruxture, Schneider Elctric Manufacturing Batam juga melibatkan siswa SMK dan mahasiswa Politeknik Batam untuk ikut terjun langsung dalam mengembangkan aplikasi Smart Factory di Batam melalui program Digital Internship sejak tahun 2017.

Beberapa solusi digital yang dirancang oleh tim digitalisasi di Batam telah berhasil dikembangkan dan diuji di pabrik lokal dan kemudian diimplentasikan dalam skala yang lebih besar di pabrik multinasional di Prancis: Smart Vist, Process control plan execution system, Outgoing Quality Control Insight App, Manufacturing control tower dan beberapa solusi digital lainnya yang sedang dalam pengembangan. Keterlibatan keahlian dan staf lokal merupakan salah satu kunci kesuksesan transformasi digital di pabrik Schneider Electric Manufacturing Batam. (*)

Check Also

Simas Jiwa Gelar Seminar Tentang Pencegahan Pencucian Uang 

JAKARTA – PT Asuransin Simas Jiwa bersama Entitas Utama Konglomerasi Keuangan Sinarmas Financial Services PT Bank …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *