Saturday , December 15 2018
Home / Berita / Sky Energy Gandeng Mitra Asal Jepang Bentuk Anak Usaha Patungan

Sky Energy Gandeng Mitra Asal Jepang Bentuk Anak Usaha Patungan

BOGOR – PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) hari ini telah menandatangani pembentukan perusahaan patungan atau Joint Venture (JV) yang diberi nama PT Quint Solar Indonesia (QSI). Dalam membentuk QSI tersebut, perseroan telah menggandeng 4 mitra dari Jepang yakni, Premium Energy Co Ltd (Premium), Grid Solar Farm Limited (Grid), Nippon Trinitan Corporation (NTR) dan satu investor personal atas nama Kazuo Ishihara yang merupakan Presiden Direktur dari PT Matsuya Graha Trikencana.

 

Presiden Direktur PT Sky Energy Indonesia Tbk, Jackson Tandiono menuturkan bahwa QSI nantinya bakal mempromosikan Roof-top Solar PV System ke pabrik-parik Jepang yang ada di Tanah Air. Pasalnya, ada sekitar 1.533 Perusahaan Jepang yang saat ini yang menjalankan bisnisnya di Indonesia.

 

“Jadi sebenarnya ini lanjutan dari MoU untuk membentuk JV beberapa waktu lalu. Kita targetkan untuk pasar dalam negeri khususnya roof-top industri,” katanya di Bogor, Jumat (9/11/2018).

 

Melalui QSI, menurut Jackson, perseroan bakal fokus menggarap bisnis solar tenaga surya yang diperuntukan bagi perusahaan atau pabrikan asal negeri Sakura. Pasalnya, banyak perusahaan pabrikan menggunakan daya energi cukup besar untuk melakukan kegiatan operasional.

 

“Ini kita bikin anak usaha Quint solar fokus di satu sistem, memberikan solusi ke pabrikan di indonesia. Yang kita fokuskan di pabrikan jepang. Pabrik market Jepang yang ada di indonesia 1.500, dari 1.500 trading company, sisanya 1.500 lagi pabrikan, dari situ 50% atau sekitar 750 itu pabrik. Anggap kita taruh 1 megawatt (MW) di satu pabrik, market 750-800 megawatt,” tegasnya.

 

Menurut Jackson, dengan banyaknya pabrik yang menggunakan solar panel surya maka hal ini akan mendukung target Peraturan Pemerintah No. 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional. Pasalnya, pemerintah Indonesia menargetkan energi baru dan terbarukan untuk menyediakan 23% kebutuhan energi primer pada tahun 2025.

 

“Target ini telah ditegaskan kembali dalam Rencana Energi Nasional yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Januari 2017,”tambahnya.

 

Selain itu, Kontribusi Nasional milik negara pada Kesepakatan Paris tahun 2015 menyerukan untuk pengurangan emisi gas rumah kaca 29% sampai tahun 2030. Jumlah energi baru dan terbarukan 23% pada 2025 setara dengan Pembangkit Listrik 45GW. Dari target Pembangkit Listrik 45GW, 6.4GW ditargetkan akan dihasilkan oleh Pabrik PVT meskipun Pembangkit Listrik Tenaga Surya PV di Indonesia hanya 100MW. Kita perlu memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya Baru 6.3GW di Indonesia dari 2019 hingga 2025 selama 7 tahun.

 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (selanjutnya disebut sebagai ESDM) mengasumsikan bahwa skala pembangkitan potensial Pembangkit Listrik Tenaga Surya PV di seluruh Indonesia adalah 112 GW, dan ESDM mengumumkan akan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya 45 GW pada tahun 2050.

 

“Jadi ini adalah saat yang tepat untuk mendirikan perusahaan Roof-top Solar PV System,” pungkasnya. (AHM)

Check Also

Simas Jiwa Gelar Seminar Tentang Pencegahan Pencucian Uang 

JAKARTA – PT Asuransin Simas Jiwa bersama Entitas Utama Konglomerasi Keuangan Sinarmas Financial Services PT Bank …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *