Saturday , December 15 2018
Home / Berita / SEAM Grup Incar Rp1 Triliun Dari Penerbitan SBI JP

SEAM Grup Incar Rp1 Triliun Dari Penerbitan SBI JP

PT Sumber Energi Alam Mineral  (SEAM Grup) bakal menggelar aksi korporasi berupa penerbitan surat berharga investasi jangka pendek (SBI JP) dengan target dana mencapai Rp1 triliun. Untuk memuluskan ambisinya, perusahaan menggandeng Ascort Asia sebagai konsultan independen sekaligus pendistribusian surat berharga tersebut dan dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai penjamin  dan pemantau SBI JP tersebut.

CEO Ascort Asia Anthony Soewandy mengatakan rencananya dana hasil penerbitan SBI JP tersebut akan digunakan untuk membangun jalan tambang sepanjang 143 kilometer dan pelabuhan batubara di Katingan, Kalimantan Tengah. Instrumen investasi tersebut dikatakannya tidak memerlukan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lantaran tenornya yang berada dibawah 1 tahun.

“Tenornya akan terdiri dari 150 hari dan 300 hari dengan nilai masing masing Rp500 miliar. Tapi para pemegang SBI JP dapat melakukan investasi ulang. Kedua tenor itu akan mendapatkan bunga sebesar 12% pertahun,” katanya di Jakarta, Senin (3/12).

Lebih lanjut dirinya mengatakan SBI JP tersebut akan mulai ditawarkan kepada investor ritel sejak hari ini hingga lima bulan mendatang dengan nilai minimum pembelian sebesar Rp100 juta. 

“Jika berkaca pada penerbitan SBI JP sebelumnya, maka setiap investor ritel umumnya rata-rata berinvestasi sebesar Rp1 miliar.

Adapun jaminan dari penerbitan SBI JP tersebut adalah dua lahan seluas tujuh hektar di Subang Jawa Barat milik SEAM Grup dan Kawasan Industri seluaa 128 hektar di Subang Milik SEAM Grup.

Sementara itu, CEO Seam Grup, Asep Sulaeman mengatakan, 50% dana hasi penerbitkan SBI JP itu akan digunakan untuk pembangunan jalan sepanjang 143 kilometer dari kawasan tambang di Katingan hingga Pelabuhan batubara.

“10% untuk pembangunan dermaga pelabuhan batu bara dan 40% untuk tambang batu krikil untuk bahan baku pembangunan jalan,” kata Asep.

Ia mengatakan, jalan tersebut akan mulai dibangun sekarang hingga rampung pada kaurtal III 2019. Selanjutnya, jalan itu akan dapat digunakan oleh 20 pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP) batubara di Katingan.

“Tapi setiap pengguna jalan tersebut akan dikenakan baiaya USD3-6 per metrik ton batubara,” kata dia.

Dengan demikian, kata dia, SEAM Grup akan meraup USD60 juta pada tahun pertama dan akan meningkat seiring dengan peningkatan kapasitas produksi batubara di kawasan tersebut.

Check Also

Simas Jiwa Gelar Seminar Tentang Pencegahan Pencucian Uang 

JAKARTA – PT Asuransin Simas Jiwa bersama Entitas Utama Konglomerasi Keuangan Sinarmas Financial Services PT Bank …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *