Saturday , December 15 2018
Home / Berita / Capitol Nusantara Incar Kenaikan Pendapatan 10 Persen di 2019
Public ekspose PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk

Capitol Nusantara Incar Kenaikan Pendapatan 10 Persen di 2019

Jakarta – PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) tengah menghadapi masa sulit dalam usahanya di bidang jasa perkapalan batubara dan migas. Hal ini seiring dengan pelemahan bisnis sumber daya alam yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Tercatat, sejak tahun 2014-2015 perseroan mengalami penurunan kinerja signifikan dan konsisten mencetak kerugian hingga laporan keuangan tahunan yang berakhir pada periode Juni 2018.

Meski demikian, perseroan tetap optimistis bahwa industri tambang dan migas akan kembali pulih sehingga akan mendorong kinerja perseroan jadi kembali positif.

Jansen Warokka, Direktur CANI, dalam paparan publik, akhir pekan ini mengatakan, pihaknya tengah mengincar beberapa kontrak baru yang diharapkan mampu mendorong kenaikan pendapatan dan menekan kerugian.

“Kami tengah menjajaki setidaknya dua kontrak baru baik dari swasta maupun pemerintah. Mudah mudahan kontrak ini bisa kami dapatkan di semester pertama tahun depan,” kata Jansen.

Meski demikian, ia tidak bersedia menyebutkan berapa besar nilai kontrak pelayaran yang dibidik karena masih dalam tahap negosiasi. “Kita menginginkan kontrak berjangka waktu setidaknya 6 bulan atau 1 tahun,” katanya.

Menurut Jansen, kontrak jangka panjang menjadi fokus perseroan ketimbang menyewakan kapal-kapalnya dalam waktu singkat, dan tidak memberikan pendapatan yang signifikan.

Riduwan Kosasih, Sekretaris Perusahaan CANI mengaku kalau pihaknya tahun ini dan tahun depan masih akan menghadapi tantangan besar, mulai dari industrinya maupun ketidakpastian ekonomi domestik dan global.

Perseroan tetap optimistis kinerja tahun 2019 akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Kami optimis pendapatan tahun depan bisa meningkat 10% menjadi S$2,6 juta. Seiring dengan meningkatnya pendapatan, diharapkan rugi perusahaan juga bakal menyusut nantinya,” tegas Riduwan.

Selain itu kata Riduwan, perusahaan akan terus berupaya mengurangi kerugian yang diderita. Salah satunya dengan cara mengurangi beban operasional serta menjual kapal – kapal yang dinilai tidak produktif.

“Tahun depan kita tidak anggarkan belanja modal, justru mengurangi atau menjual kapal. Kalau tahun lalu, kami berhasil menjual 5 kapal yang tidak produktif,” ujarnya.

Untuk diketahui, sepanjang tahun buku Juni 2017 hingga Juni 2018, CANI telah melepas 5 unit kapal baik jenis barge maupun tug boat. Saat ini, perseroan memiliki 58 unit kapal yang kebanyakan difungsikan untuk jasa pengangkutan batubara dan migas.

Perseroan juga tengah menjajaki potensi untuk melepas kembali beberapa kapal dalam rangka mendorong efisiensi di tengah pelemahan bisnis perusahaan.

Check Also

Simas Jiwa Gelar Seminar Tentang Pencegahan Pencucian Uang 

JAKARTA – PT Asuransin Simas Jiwa bersama Entitas Utama Konglomerasi Keuangan Sinarmas Financial Services PT Bank …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *