Sunday , May 26 2019
Home / Berita / Besok, Estika Tata Tiara Catatkan Sahamnya di Bursa
Estika Tata Tiara

Besok, Estika Tata Tiara Catatkan Sahamnya di Bursa

Jakarta – PT Estika Tata Tiara Tbk akan melaksanakan pencatatan sekaligus perdagangan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis (10/1/2018). Menggunakan kode perdagangan BEEF, perusahaan pembibitan sapi, penggemukan hewan, pemotongan hewan, dan produsen makanan olahan daging ini ini akan dicatatkan di papan pengembangan bursa.

Dalam pengumuman yang disampaikan BEI disebutkan, perseroan akan mencatatkan sebanyak 1.884.312.500 saham yang terdiri atas 1.507.450.000 saham pendiri, dan sebanyak 376.862.500 saham sisanya merupakan hasil penawaran umum saham ke publik.

Dari kegiatan penawaran umum yang telah digelar pada 2-4 Januari 2019, perseroan memperoleh dana segar sebesar Rp128,133 miliar.

Bersamaan dengan itu, perseroan juga akan melakukan pra pencatatan untuk waran seri I sebanyak 37.686.250 unit yang akan dikonversi menjadi saham pada periode jatuh tempo dengan harga pelaksanaan sebesar Rp550 per unit.

Pada masa penawaran umum, harga perdana saham adalah sebesar Rp340 per saham. Harga tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan kisaran harga Rp450 hingga Rp600 saat pelaksanaan masa penawaran awal atau bookbuilding.

Dalam prospektus penawaran umum saham perseroan, diketahui seluruh dana yang diperoleh dari pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan kegiatan investasi.

Berikut perincian dari penggunaan dana (setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi efek), yaitu:

1. Sekitar 45% untuk pembelian sapi hidup baik lokal maupun impor.

2. Sekitar 25% untuk pembelian barang dagangan berupa daging berasal sebagian besar dari impor maupun lokal dari Bulog atau dari distributor lainnya dan pembelian barang dagangan berupa produk lanjutan ), seperti sosis, bakso, minipao dan produk olahan lainnya hasil produksi Perusahaan Anak. Dalam hal ini Perseroan merupakan satu-satunya distributor dari produk hasil Perusahaan Anak.

3. Sekitar 30% untuk investasi perluasan kandang, investasi bangunan fasilitas produksi baru di Subang dan investasi bangunan untuk penambahan kapasitas produksi di Salatiga. Investasi bangunan di Salatiga adalah ruang produksi baru dan cold storage.

Saat ini, seluruh ruang produksi sudah seluruhnya terpakai untuk kapasitas 10 ton per hari, dengan utilisasi mencapai 85%, dan akan meningkat sampai 100% di akhir tahun ini. Ruang produksi saat ini adalah Rumah Potong Hewan yang dikonversi menjadi pabrik makanan olahan, sehingga layout-nya tidak ideal untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan efisien.

Ruang produksi baru akan dirancang untuk produk-produk steam dan oven, dengan konsep continuous production. Dengan metode ini, produk perseroan akan lebih kompetitif, konsisten dan volume lebih besar.

Cold storage digunakan untuk menampung hasil produksi sesuai dengan peningkatan produksi yang ditargetkan sebelum didistribusikan ke pelanggan.

Adapun, investasi bangunan fasilitas produksi di Subang berupa:

a. Lini produksi bakso dengan metode continuous process dengan kapasitas sampai dengan 20 ton per hari. Saat ini produk bakso Perseroan diproduksi secara manual dengan kapasitas 2 ton per hari.

b. Lini produksi untuk fried products (nugget, crispy burger) dengan kapasitas sampai dengan 20 ton per hari. Saat ini sebagian proses produksi produk ini dikerjakan secara maklon di pabrik rekanan dan finishing dan pengemasan dilakukan di pabrik Cikarang.

 

Check Also

Telkom Tebar Dividen Rp16,23 Triliun

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) telah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *