Friday , February 22 2019
Home / Berita / IHSG Diperkirakan Melemah di Perdagangan Awal Pekan Ini
Ilustrasi grafik kinerja saham (Yahoo)

IHSG Diperkirakan Melemah di Perdagangan Awal Pekan Ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diprediksi melemah pada perdagangan saham awal pekan ini, Senin (14/1/2019). Meski demikian, dalam periode sepekan di minggu ketiga Januari tahun ini, indeks komposit bakal catat penguatan.

Danareksa Research Institute, dalam laporan riset harian menyebutkan, pergerakan IHSG akan berada pada kisaran support 6.329,9 dan resistance di level 6.377,4.

Sementara, saham-saham yang layak dicermati untuk perdagangan hari ini, yaitu ASII, AUTO, SMSM, KAEF, TSPC, KLBF, UNVR, INKP, INTP, TKIM, BBKP, BNII, PNBN, BBTN, JSMR, TLKM, TBIG, ITMG, AALI, MPPA, MNCN, SCMA, ASRI, DILD, LPCK, dan SMRA.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG bersama dengan bursa saham Asia kompak menanjak. IHSG terkerek 0,52% kelevel 6.361,47.

Kenaikan bursa regional ini sejalan dengan penguatan bursa AS sehari sebelumnya. Rilis terbaru regional datang dari Jepang. Belanja rumah tangga Jepang dibulan November 2018 turun 0,6% yoy, menyusul penurunan yang sama 0,3% dibulan sebelumnya.

Bursa AS terkoreksi tipis pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,02%) dan S&P 500 (-0,01%) masing-masing bergerak kelevel 23.995,95 dan 2.596,26.

Kekhawatiran berlanjutnya penutupan pemerintahan AS untuk waktu yang lebih lama memicu tekanan dipasar, mengingat penutupan ini telah memasuki hari ke 22 akhir pekan lalu.

“Selain itu, penantian investor atas rilis kinerja keuangan emiten juga membuat aksi konsolidasi terjadi,” seperti tertulis di laporan riset tersebut.

Dari sisi ekonomi AS, laju inflasi bulanan turun 0,1% mom di Desember 2018, menyusul flat (+0,0% mom) di bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi melambat dari 2,2% yoy menjadi 1,9% yoy, atau sesuai dengan proyeksi pasar.

Hal ini terutama disebabkan penurunan harga BBM ditingkat konsumen.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi seraya penantian investor atas sejumlah rilis baru data ekonomi China. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 60,77 (US$ 51,82) per barel, dan harga emas melemah ke level US$ 1.288,70/troy ounce.

Check Also

BSDE Incar Marketing Sales Rp6,2 Triliun Tahun Ini, BSD City Masih Jadi Andalan

Tangerang — PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengincar perolehan penjualan marketing atau marketing sales …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *