Friday , February 22 2019

Pacu Produktivitas dan Efisiensi, Prodia Gunakan Sistem Automasi Laboratorium

Jakarta – Pada awal tahun ini, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) telah siap menggunakan sistem Total Laboratory Automation (TLA) di laboratorium pusat rujukan nasional atau PNRL (Prodia National Reference Lab) yang berlokasi di Prodia Tower, Jakarta.

Direktur Utama PRDA, Dewi Muliaty menjelaskan bahwa sistem automasi laboratorium ini meningkatkan kualitas proses kerja di laboratorium mulai dari proses pra-analitik, analitik dan pasca-analitik.

“Sejalan dengan transformasi Prodia sebagai penyedia layanan kesehatan generasi baru, kami menggunakan sistem automasi ini untuk menggantikan sistem sebelumnya. Sistem automasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi serta mempercepat hasil proses lab,” jelas Dewi dalam siaran pers, di Jakarta (31/1/2019).

Lab Automasi ini telah dilengkapi dengan 2 alat kimia klinik dan 5 alat metode imuno-esai dari Abbott Diagnostic. Sistem ini dilengkapi dengan sistem pra-analitik yang terdiri atas modul input output sample, 2 modul pemutar darah (centrifuge), modul pembuka tabung otomatis (decapper), modul pembagi sampel otomatis (aliquoter) dan modul penutup sisa sample (sealer), juga dilengkapi dengan sistem pendingin untuk sampel yang telah dianalisis dengan kapasitas 15.000 tabung.

Direktur Operasi dan IT Prodia Andri Hidayat menuturkan bahwa sejak tahun 2008, PNRL telah memiliki Lab Automasi. Namun, lab automasi sebelumnya hanya digunakan untuk sistem automasi di proses analitik saja. Pada 2018, Prodia melakukan penggantian platform dari lab automasi yang sebelumnya ada.

“Perbedaannya untuk sistem automasi terbaru ini adalah automatisasi tidak hanya dalam proses analitik, tapi juga pada proses pra-analitik dan pasca-analitik, yaitu sejak sampel diputar, dipisahkan, dianalisis hingga penyimpanan sampel, semua dilakukan secara otomatis tanpa intervensi orang,” ujarnya.

Di samping itu, kelebihan lab automasi yang dimiliki oleh Prodia diantaranya adalah tersedianya sistem IT (middleware) yang mendukung dan memudahkan proses otomatisasi laboratorium, konsolidasi tes laboratorium secara lengkap dalam sistem automasi, termasuk tambahan pengembangan tes baru, terutama tes dalam kelompok kimia dan imuno-esai, dan tidak kalah pentingnya memberikan keamanan bagi petugas laboratorium dan lingkungan.

Kepala Laboratorium Prodia Pusat Rujukan Nasional, Wiwik Rositawati mengungkapkan, dengan adanya sistem automasi ini, Prodia dapat meningkatkan efisiensi dari segi biaya dan sumber daya manusia (SDM).

“Sebelum penggantian platform automasi baru ini, terdapat 7 alat yang harus ditangani oleh 3 hingga 4 orang. Dengan adanya sistem automasi ini, cukup dilakukan oleh 1-2 orang saja,” imbuhnya.

Selain itu, dihasilkan efisiensi penggunaan sampel dan tabung, sebelumnya sampel dan tabung harus dibagi untuk setiap alat. “Saat ini hanya cukup 1 tabung dapat digunakan untuk ke 7 alat,” tutur Wiwik.

Lab Automasi dengan platform baru ini memungkinkan Prodia untuk meningkatkan kemampuan pemeriksaan dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan lebih cepat.

Saat ini, jumlah sampel per tahun lebih dari 550.000, dan estimasi jumlah sampel dalam 5 tahun ke depan akan meningkat 2 kali lipat. Total Laboratory Automation PNRL di Prodia cabang Kramat mulai efektif beroperasi per 17 Desember 2018.

Peresmian penggunaan TLA dihadiri oleh Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty, Direktur Operasi dan IT Prodia Andri Hidayat, Kepala Laboratorium Prodia Pusat Rujukan Nasional Wiwik Rositawati, Manajer Teknis QA Prodia Made Putra Semadhi, APAC-Japan-China Director of Center of Excellence Abbott Lanki Wan, Abbott APAC Marketing Manager Polly Wu serta jajaran manajemen Prodia lainnya.

Konsep Total Laboratory Automation (TLA) dikembangkan oleh Dr. Masahide Sasaki pada Kochi Medical School Laboratory di Jepang. Secara garis besar, TLA terdiri dari sistem track atau ban berjalan (conveyer belt) yang bergerak secara kontinu sejak sampel diterima hingga masuk ke alat/instrumen secara terintegrasi.

 

Check Also

BSDE Incar Marketing Sales Rp6,2 Triliun Tahun Ini, BSD City Masih Jadi Andalan

Tangerang — PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengincar perolehan penjualan marketing atau marketing sales …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *