Saturday , May 25 2019
Home / Berita / Pengalihan Saham MASA ke Michelin Ditargetkan Tuntas Pada 22 April 2019
lantaibursa.id/MS Fahmi Presiden Direktur PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) Pieter Tanuri (kedua kanan) bersama Direktur Sales MASA Uthan Sadikin (kiri), General Manager Sales & Marketing MASA Andry Lee (kanan) dan Brand Manager Corsa Salamon Manalu berbincang di depan produk baru Corsa Platinum V Series pada peluncuran di Jakarta, Selasa (04/04).

Pengalihan Saham MASA ke Michelin Ditargetkan Tuntas Pada 22 April 2019

Jakarta – Rencana pengambilalihan saham atau akuisisi kepemilikan mayoritas di PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) oleh Compagnie Generale Des Etablissements Michelin (Michelin) ditargetkan tuntas dalam waktu 3 bulan setelah perjanjian transaksi ditandatangani.

Pemegang saham mayoritas MASA dan Michelin menandatangani Agreement for the Sale Purchase of an Interest pada 22 Januari 2019. Dengan demikian, selambatnya pada 22 April 2019, transaksinya ditargetkan selesai.

Y Ade Bunian Moniaga, Sekretaris Perusahaan MASA mengatakan, pelaksanaan tender wajib atau tender offer sesuai ketentuan regulator pasar modal akan digelar setelah transaksi itu selesai.

Setelah transaksi ini, Michelin akan menguasai kepemilikan mayoritas, total sebesar 80% di MASA.

Dijelaskannya, Pieter Tanuri dan PT Central Sole Agency dan PT Central Sole Agency secara bersama akan menjual kepemilikan sahamnya sebesar 37,3%.

“Para pemegang saham termasuk Pieter Tanuri dan PT Central Sole Agency akan menjual saham-sahamnya secara langsung kepada Michelin,” kata Ade dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis (31/1/2019).

Ia menambahkan, pihak-pihak non pengendali yang bersedia melepas sahamnya antara lain, yaitu PT Indomobil Prima Niaga, PT Insan Asia Nusantara, PT Tritunggal Intipermata, PT IMG Sejahtera Langgeng, dan PT Salim Chemicals Corpora.

Transaksi pengambilahan mayoritas saham MASA ini nilainya mencapai US$700 juta yang sudah termasuk lahan seluas 50 hektar di area rencana pengembangan pabrik ban Multistrada.

Dengan masuknya Michelin sebagai pengendali baru, manajemen MASA berharap akan ada transfer know-how khusus, keahlian, dan teknologi untuk beralih dari produsen ban tier 3 ke tier 2 pada 2021.

“Dalam jangka pendek kami bermaksud meningkatkan produksi pabrik hingga kapasitas maksimum dan juga meningkatkan ekspor ke Amerika Utara, Eropa, dan Asia,” ujarnya.

Secara rata-rata, perseroan mematok pertumbuhan rata-rata 10% untuk periode 201 – 2023.

Check Also

Telkom Tebar Dividen Rp16,23 Triliun

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) telah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *