Sunday , May 26 2019
Home / Berita / Saham BEEF Oversubscribed 86 Kali, Harganya Melesat 41% di Perdagangan Perdana
Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk, Yustinus Sadmoko di acara pencatatan perdana saham perseroan di Gedung Bursa Efek Indonesia.

Saham BEEF Oversubscribed 86 Kali, Harganya Melesat 41% di Perdagangan Perdana

Jakarta – PT Estika Tata Tiara Tbk menggelar seremoni pencatatan sekaligus perdagangan perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (10/1/2018). Menggunakan kode perdagangan BEEF, emiten ini resmi menjadi emiten kedua yang tercatat di bursa pada tahun ini.

Perseroan sebelumnya telah merampungkan proses penjualan sahamnya ke publik, yaitu sebanyak 376.862.500 saham baru yang setara 20 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dari hasil penawaran umum, perseroan catat kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga sebanyak 86,11 kali dari porsi penjatahan pooling.

Saat mulai diperdagangkan, saham BEEF catat kenaikan harga sebesar 140 poin (41,18%) ke level Rp480. Adapun, harga perdana saham saat ditawarkan adalah sebesar Rp340 per saham.

Saham ini diperjualbelikan sebanyak 112 kali dengan volume perdagangan sebanyak 66.680 lot dan nilai transaksi sekitar Rp3,37 miliar.

“Kami bersyukur, saham BEEF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed. Ini tanda investor percaya pada perusahaan,” kata Yustinus Sadmoko, Direktur Utama BEEF di sela seremoni pencatatan saham perseroan di gedung BEI, Jakarta.

Ia menuturkan, dana dari hasil IPO dana akan digunakan untuk memperluas diversifikasi bisnis pengolahan serta perdagangan sapi, ayam, ikan, frozen dough, dan agribisnis yang tersebar di Subang (Jawa Barat), Salatiga (Jawa Tengah), dan Cikarang (Jawa Barat).

“IPO adalah salah satu realisasi strategi bisnis kami dalam memperluas cakupan pasar. Tingginya minat investor menjadi bukti nyata bahwa potensi pasar distributor dan pengolahan makanan di Indonesia sangat menjanjikan,” tuturnya.

Sebagai informasi, PT Estika Tata Tiara, Tbk merupakan pelopor usaha sapi model terintegrasi dari hulu ke hilir. Saat ini segmen usaha Perseroan tidak hanya terbatas pada pengolahan dan perdagangan sapi dan daging sapi, tetapi juga meliputi pengolahan ayam, ikan, dan frozen dough.

Merek dagang utama Perseroan adalah KIBIF, yang merupakan pionir merek daging kemasan di Indonesia.

Perseroan memiliki tiga pabrik pengolahan di wilayah Cikarang (Jawa Barat), Subang (Jawa Barat), dan Salatiga (Jawa Tengah). Total kapasitas produksi perseroan mencapai 1.500 ton per bulan.

 

Check Also

Telkom Tebar Dividen Rp16,23 Triliun

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) telah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *