Friday , February 22 2019
Home / Berita / Adaro Capai Target Produksi 2018, Analis Sebut Sahamnya Layak Dikoleksi
Batubara Adaro dalam proses pengangkutan

Adaro Capai Target Produksi 2018, Analis Sebut Sahamnya Layak Dikoleksi

Jakarta – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencapai target operasional baik untuk volume produksi maupun nisbah kupas. Pada kuartal IV 2018, produksi batubara perseroan mencapai 15,06 Mt, naik 21% dibanding 12,43 Mt pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mahardika Putranto, Head of Corporate Secretary & Investor Relations Division menjelaskan, volume produksi tersebut berasal dari PT Adaro Indonesia (AI), Balangan Coal Companies, dan Adaro MetCoal Companies (AMC).

Sementara, total produksi batubara Adaro Energy di tahun 2018 mencapai 54,04 Mt, meningkat 4% dibanding 51,79 Mt pada 2017. “Sejalan dengan panduan produksi yang ditetapkan sebesar 54 Mt sampai 56 Mt,” kata Mahardika dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (12/2/2019).

Selain itu, pengupasan lapisan penutup pada kuartal IV 2018 naik menjadi 69,19 million bank cubic meter (Mbcm) atau 25% lebih tinggi dibanding periode sama tahun sebelumnya. Total pengupasan lapisan penutup untuk tahun 2018 mencapai 273,55 Mbcm, atau naik 15% dari 2017.

“Nisbah kupas gabungan untuk kuartal ini tercatat sebesar 4,59x dan 5,06x untuk tahun 2018 dibandingkan 4,47x pada 4Q17 dan 4,61x pada tahun 2017,” tutur Mahardika.

Menurutnya, perusahaan mencapai nisbah kupas tahunan yang sedikit lebih tinggi daripada panduan yang ditetapkan sebesar 4,9x karena membaiknya kondisi cuaca pada kuartal ketiga mendukung peningkatan aktivitas pengupasan lapisan penutup.

Sedangkan, volume penjualan batubara mencapai 15,12 Mt, atau naik 22% dari kuartal IV 2017. Total volume penjualan 2018 mencapai 54,39 Mt, atau naik 5% y-o-y.

Ia menambahkan, penjualan ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, meliputi 40% dari total volume penjualan tahun 2018. Sementara itu, Asia Timur meliputi 30% dari penjualan, diikuti India dan China, yang masing-masing meliputi 14% dan 11%.

“Hal ini sejalan dengan kenaikan permintaan India terhadap impor batubara pada tahun 2018,” imbuhnya.

Dalam laporan riset Selasa ini, Analis Saham Mirae Asset Sekuritas, Hariyanto Wijaya mengatakan bahwa Adaro menargetkan dapat memproduksi batubara sebanyak 54-56 juta ton pada 2019.

Adapun, sasaran EBITDA operasional perseroan adalah sebesar US$1 miliar hingga US$1,2 miliar. Belanja modal diperkirakan mencapai US$450 juta hingga US$600 juta.

“Analis batubara kami terus maintain Buy call pada Adaro dengan TP: Rp1.995 per saham,” kata Hariyanto.

Check Also

BSDE Incar Marketing Sales Rp6,2 Triliun Tahun Ini, BSD City Masih Jadi Andalan

Tangerang — PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengincar perolehan penjualan marketing atau marketing sales …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *