Friday , February 22 2019
Home / Berita / Ditopang Kawasan Industri, Target Marketing Sales DMAS Ditetapkan Rp1,25 Triliun
lantaibursa.id/MS Fahmi Wakil Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) Masahiro Koizumi (kiri) dan Direktur Independen Tondy Suwanto berbincang saat mengamati maket proyek kawasan Deltamas di Marketing Galery Deltamas, Cikarang, Rabu (14/9). Pengembang dan pengelola kawasan industri terintegrasi PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) telah menjual 51 hektar lahan industrinya, melebihi target yang telah ditentukan di awal tahun sebesar 50 hektar. Saat ini DMAS memiliki luas kawasan industri mencapai 3.053 hektare dengan cadangan lahan lebih dari 1.600 hektare.

Ditopang Kawasan Industri, Target Marketing Sales DMAS Ditetapkan Rp1,25 Triliun

Jakarta – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menargetkan perolehan marketing sales sebesar Rp1,25 triliun pada tahun 2019. Sasaran tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian sepanjang 2018 yang sebesar Rp884 miliar.

Tondy Suwanto, Direktur DMAS mengatakan bahwa permintaan lahan industri yang telah meningkat sejak akhir tahun 2018 bakal mendukung sasaran penjualan perseroan tahun ini.

“Pada tahun 2018, banyak investor yang masih ‘wait and see’ dan masih mengamati dinamika situasi makro di Indonesia. Namun, sejak akhir tahun 2018, dengan berbagai dinamika situasi global maupun lokal, terjadi peningkatan permintaan lahan industri, khususnya dari investor asing,” jelas Tondy dalam keterangannya, Selasa (12/2/2019).

Menurutnya, segmen lahan industri masih menjadi tulang punggung usaha DMAS dan kontributor utama marketing sales. Namun demikian, perseroan juga terus mengembangkan kawasan hunian dan komersialnya untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan perkotaan terpadu yang mandiri.

Tahun lalu, kata Tondy, perseroan telah meluncurkan kluster hunian Naraya Park, sebuah kawasan hunian kelas menengah untuk memberikan akomodasi bagi para pekerja industri. Di samping itu, Perseroan bersama Panahome juga telah meluncurkan Savasa, sebuah kawasan hunian modern berkonsep smart-town.

Cikarang Japanese School juga tengah dibangun untuk memberikan fasilitas pendidikan bagi anak-anak ekspatriat Jepang yang bekerja di wilayah Cikarang dan sekitarnya. “Fasilitas pendidikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan potensi area komersial di sekitarnya. Hingga saat ini, proses konstruksi Cikarang Japanese School sudah berjalan 75%,” imbuhnya.

Pengembangan Kota Deltamas hingga saat ini didanai oleh kas internal. Tondy mengungkapkan, perseroan tidak memiliki utang (loan-free) dan masih memiliki kas internal yang kokoh.

Total pengembangan area Kota Deltamas adalah seluas 3.181 hektar dan saat ini masih memiliki cadangan lahan seluas 1.519 hektar.

Selain itu, perseroan juga mengantisipasi sikap ‘wait and see’ investor sehubungan dengan akan diadakannya pesta politik 2019.

“Tentunya kami juga harus mempertimbangkan perkembangan situasi di Indonesia dalam menyambut Pemilihan Umum ini, khususnya di semester pertama. Oleh karena itu, kami memandang bahwa target marketing sales sebesar Rp1,25 triliun cukup realistis di tahun ini,” katanya.

Check Also

BSDE Incar Marketing Sales Rp6,2 Triliun Tahun Ini, BSD City Masih Jadi Andalan

Tangerang — PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengincar perolehan penjualan marketing atau marketing sales …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *