Friday , February 22 2019
Home / Berita / Geliat Pembangunan Infrastruktur Topang Kinerja WSBP
lantaibursa.id/MS Fahmi Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Jarot Subana (tengah) bersama Direktur Operasional I WSBP Agus Wantoro (kiri), Direktur Pengembangan Bisnis dan SDM WSBP A Yulianto Tyas Nugroho (kedua kiri), Direktur Keuangan dan Resiko WSBP Budi Setyono (kedua kanan) dan Direktur Operasional II WSBP Didit Oemar Prihadi berbincang seusai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT WSBP di Jakarta, Kamis (05/04/2018).

Geliat Pembangunan Infrastruktur Topang Kinerja WSBP

JAKARTA-Terus dikebutnya pembangunan infrastruktur di Indonesia oleh pemerintah menjadi salah satu katalis penopang kinerja perusahaan di sektor konstruksi. Tak terkecuali PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), produsen beton pracetak (precast) dan beton cair (ready mix) terbesar di pasar nasional. Di sepanjang tahun 2018 lalu, kapasitas produksi anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) itu telah mencapai 3,5 juta ton, meningkat 7,7 persen dibanding tahun 2017 yang masih sebesar 3,25 juta ton. Jika dihitung sejak pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham WSBP di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2016 lalu, total kepasitas produksi perusahaan telah meningkat sebesar 32 persen dari posisi saat itu sebesar 2,65 juta ton.

Saat ini, WSBP memiliki 11 plant yang tersebar di sejumlah daerah, yaitu Cibitung, Palembang, Karawang, Subang, Sadang, Sidoarjo, Kalijati, Bojonegara, Klaten, Gasing, dan Legundi. Perseroan juga memiliki 72 batching plant. Secara nilai kontrak, tahun lalu catatan nilai kontrak baru WSBP mencapai Rp 6,66 triliun. Sedangkan total kontrak yang dikelola (order book) senilai Rp 17,34 triliun, termasuk kontrak bawaan (carry over) tahun 2017 sebesar Rp 10,68 triliun. Sementara dari segi pendapatan perseroan hingga triwulan III/ 2018 sebesar Rp 5,43 triliun, naik 8,3 persen dibandingkan periode sama tahun 2017 yang sebesar Rp 5,01 triliun. Laba bersih naik 7,2 persen menjadi Rp 885 miliar dari Rp 825 miliar. Adapun gearing ratio per kuartal III-2018 sebesar 75,4 persen, gross margin 28,7 persen dan net profit margin 16,3 persen. Tren pertumbuhan kinerja yang telah terjadi di tahun lalu itu ingin dipertahankan di tahun ini, baik dari sisi pendapatan usaha, laba hingga nilai kontrak baru. “Kami menargetkan laba naik sekitar 19 persen dibandingkan 2018. Nilai kontrak baru juga kami targetkan mencapai Rp10,39 triliun di tahun ini, baik dari proyek internal maupun eksternal,” ujar Direktur Utama WSBP, Jarot Subana, dalam keterangan resmi perusahaan yang diterima Lantaibursa.id, Kamis (7/2). Sejalan dengan target laba dan nilai kontrak baru, menurut Jarot, pendapatan WSBP pada 2019 juga ditarget mampu mencapai Rp 9,37triliun dan laba bersih Rp 1,31 triliun. Guna mengejar target-target itu, perusahaan telah menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp922,96 miliar untuk digunakan di sepanjang tahun 2019 ini. (JAT)

Check Also

BSDE Incar Marketing Sales Rp6,2 Triliun Tahun Ini, BSD City Masih Jadi Andalan

Tangerang — PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengincar perolehan penjualan marketing atau marketing sales …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *