Friday , February 22 2019
Home / Berita / Neraca Pembayaran Defisit US$7,1 Miliar di Sepanjang 2018
lantaibursa.id/MS Fahmi

Neraca Pembayaran Defisit US$7,1 Miliar di Sepanjang 2018

Jakarta – Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2018 mengalami surplus sehingga menopang ketahanan sektor eksternal. Demikian disampaikan Agusman, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia dalam keterangan tertulis, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, NPI pada triwulan IV 2018 catat surplus sebesar US$5,4 miliar, ditopang peningkatan surplus transaksi modal dan finansial.

“Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2018 meningkat menjadi US$120,7 miliar,” kata Agusman.

Ia menyatakan, cadangan devisa sebesar itu setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Agusman juga menjelaskan, surplus transaksi modal dan finansial (TMF) pada triwulan IV 2018 tercatat sebesar US$15,7 miliar, meningkat signifikan dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar US$3,9 miliar.

“Peningkatan ini sebagai cerminan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian domestik,” tuturnya.

Peningkatan transaksi modal dan finansial ini, terutama didukung oleh membaiknya kinerja investasi portofolio, seiring meningkatnya aliran masuk dana asing pada aset keuangan domestik.

“Peningkatan surplus juga didukung penerbitan obligasi global oleh pemerintah dan korporasi,” imbuhnya.

Surplus ini juga didukung pelaku usaha domestik yang melakukan penarikan simpanan di bank luar negeri untuk memenuhi kebutuhan bisnisnya.

Sementara itu, defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan IV 2018 tercatat meningkat menjadi US$9,1 miliar (3,57% PDB) dibanding triwulan sebelumnya sebesar US$8,6 miliar (3,28% PDB).

Peningkatan defisit neraca transaksi berjalan dipengaruhi oleh penurunan kinerja neraca perdagangan barang nonmigas akibat masih tingginya impor sejalan dengan permintaan domestik yang masih kuat di tengah kinerja ekspor yang terbatas.

Sedangkan, untuk periode sepanjang tahun 2018, defisit neraca transaksi berjalan masih berada dalam batas yang aman, sebesar USD31,1 miliar atau 2,98% dari PDB.

Transaksi modal dan finansial mencatat surplus yang cukup signifikan sebesar US$25,2 miliar, terutama ditopang aliran masuk modal berjangka panjang.

Dengan kondisi tersebut, NPI tahun 2018 mengalami defisit sebesar US$7,1 miliar.

Bank Indonesia menargetkan defisit transaksi berjalan pada 2019 menuju kisaran 2,5% dari PDB.

Check Also

BSDE Incar Marketing Sales Rp6,2 Triliun Tahun Ini, BSD City Masih Jadi Andalan

Tangerang — PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengincar perolehan penjualan marketing atau marketing sales …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *