Sunday , March 24 2019
Home / Berita / OJK: Kebijakan The Fed yang Cenderung Longgar Dorong IHSG Menguat di Januari 2019
lantaibursa.id/HO Presiden Joko Widodo (dua kiri) didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (dua kanan), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen (tengah) dan Dirut PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi melakukan seremoni penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

OJK: Kebijakan The Fed yang Cenderung Longgar Dorong IHSG Menguat di Januari 2019

Jakarta – Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan menilai stabilitas dan likuiditas sektor jasa keuangan di sepanjang Januari 2019 dalam kondisi terjaga, termasuk pula di pasar modal.

Beberapa sentimen positif mendorong penguatan pasar keuangan global dan aliran modal ke emerging markets, termasuk Indonesia. Kebijakan the Fed diperkirakan akan semakin akomodatif, terlihat dari pernyataan-pernyataan pejabat the Fed yang cenderung longgar atau dovish.

Hal ini menguatkan ekspektasi pasar bahwa the Fed belum akan meningkatkan suku bunga kebijakannya. Di samping itu, sentimen positif juga berasal dari turunnya tensi perang dagang seiring berlangsungnya perundingan dagang AS dan Tiongkok.

“Sejalan dengan hal tersebut, masuknya investasi portofolio ke pasar keuangan domestik mendorong surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal terakhir tahun 2018,” ujar Anto Prabowo, Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK dalam siaran pers, Kamis (28/2/2019).

Sementara itu, rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 sebesar 5,17% yoy, tertinggi dalam lima tahun terakhir, meningkatkan keyakinan investor bahwa permintaan (demand) akan semakin solid, diikuti dengan penguatan sektor produksi ke depan.

Sejalan dengan sentimen positif di atas, nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di Bulan Januari 2019. Nilai tukar Rupiah menguat sebesar 2,9% mtm.

Sementara, IHSG meningkat sebesar 5,5% mtm dengan investor asing membukukan net buy sebesar Rp13,8 triliun.

Secara sektoral, kontributor terbesar kenaikan IHSG berasal dari sektor keuangan, infrastruktur, dan barang konsumsi. Sentimen positif tersebut juga mempengaruhi relatif stabilnya yield di pasar SBN dan net buy investor asing sebesar Rp16,7 triliun.

Di pasar modal, korporasi berhasil menghimpun dana Rp6,5 triliun di sepanjang Januari 2019, dengan jumlah emiten baru sebanyak 2 perusahaan. Sementara itu, total dana kelolaan investasi tercatat sebesar Rp762 triliun, meningkat 7,23% dibandingkan posisi yang sama tahun 2018.

Check Also

Indofood Cetak Laba Rp4,17 Triliun di 2018

Jakarta – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) cetak laba bersih Rp4,17 triliun pada 2018. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *