Wednesday , November 20 2019
Home / Berita / Sasar Segmen Mikro, BRI Agro Luncurkan Produk Pinang

Sasar Segmen Mikro, BRI Agro Luncurkan Produk Pinang

Solo – Demi menghadapi era digital, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus melakukan inovasi agar layanan yang disiapkan semakin terdepan dan sesuai dengan kebutuhan dari nasabah saat ini. Terkhusus terhadap segmen mikro yang menjadi fokus utama dari BRI Group.

Untuk itu, Bank BRI melalui anak usahanya PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) meluncurkan produk digital terbaru yang disebut Pinjam Tenang (PINANG) di Solo, pada Sabtu, 23 Februari 2019.

Pinjam Tenang adalah produk digital lending dari BRI Agro dan sekaligus menjadi produk pinjaman bank berbasis aplikasi pertama di Indonesia.

“Aplikasi PINANG sudah Fully Digital, dengan sistem digital verification, digital scoring, dan digital signature,” ucap Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto dalam keterangan resminya, Sabtu, 23 Februari 2019.

Menurut Agus, produk ini secara khusus akan menyasar segmen ultra-mikro dan membuka peluang serta memperluas jangkauan dari Bank BRI saat ini.

Dengan mengkombinasikan teknologi digital, lanjut dia, produk Pinang memiliki proses pengajuan sampai pencairan kurang dari 10 menit, dengan tenor yang fleksibel antara 1 sampai 12 bulan. Pengajuan dapat dilakukan tanpa harus ke bank dan tanpa tatap muka secara langsung.

Dia menyebutkan, plafon maksimum yang diberikan oleh produk Pinang sebesar Rp20 juta dan memiliki bunga yang terendah dibandingkan dengan Fintech yang ada di pasar lainnya. Sehingga, penetrasi produk ini diharapkan akan sangat cepat didukung dengan biaya operasional yang relatif lebih murah karena adanya teknologi digital.

“Produk Pinang ini kami siapkan untuk membantu pekerja dasar atau blue collar di pabrik-pabrik, kawasan industri dan perusahaan yang telah memiliki payroll di Bank BRI atau di BRI Agro. Kita sangat senang bisa bekerjasama dan launching bersama Sritex pada hari ini,” kata Agus.

Pada tahap awal, dia menjelaskan, kerja sama dengan Sritex menargetkan 17.000 pekerja bisa melakukan pinjaman melalui Pinang.

“Kami percaya dengan Pinang, employee engagement di perusahaan-perusahaan nasabah BRI akan semakin meningkat dan ini akan mengangkat value mereka bagi para pekerja. Ditambah, bagi pekerja, mereka dapat terbantu, khususnya terhadap kebutuhan yang bersifat mendesak dan emergency,” sebut Agus.

Untuk mendapatkan Pinang, proses kerjasama dapat dilakukan dengan sangat cepat dan mudah. Selaras dengan launching Pinang, ini akan semakin memantapkan komitmen Bank BRI untuk bermain di ranah digital.

Produk ini, dia menambahkan, dibuat dengan basis manajemen risiko yang ketat. Perusahaan tidak mau mengeluarkan produk dengan sembarangan, seperti ratusan Fintech ilegal yang sudah ditutup oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Pinang akan menjadi produk digital lending yang handal dan kompeten bagi bank BRI untuk dapat bersaing dan unggul dibanding produk digital lending serupa yang dikeluarkan oleh fintech terutama dari sisi kecepatan, keamanan data konsumen, keunggulan suku bunga yg lebih rendah dan bebas dari biaya tambahan,” tutup Wakil Direktur Utama Bank BRI Sunarso.

Pada saat ini, tambah Sunarso, Pinang sudah dapat diunduh dan tersedia di playstore. Hal ini bisa dilakukan mengingat produk Pinang dikelola oleh bank yang merupakan industri keuangan yang sarat dengan ketentuan yang sangat ketat.

Check Also

IHSG Naik 0,2% di Pembukaan Selasa

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound ke zona positif pada perdagangan pagi ini. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *