Tuesday , July 5 2022
Home / Berita / United Tractors Raih Laba Rp11,1 triliun Pada 2018
Aktivitas pertambangan batubara (United Tractors)

United Tractors Raih Laba Rp11,1 triliun Pada 2018

Jakarta- PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan pendapatan bersih sebesar Rp84,6 triliun pada 2018, meningkat 31% dibandingkan Rp64,6 triliun pada tahun 2017. Peningkatan pendapatan bersih ini disebabkan oleh peningkatan kinerja operasional yang lebih baik dari seluruh lini bisnis milik perseroan.

Presiden Director UNTR, Gidion Hasan menyebutkan, masing- masing unit usaha perseroan, yaitu: Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan, dan Industri Konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 35%, 48%, 13% dan 4% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

Sejalan dengan peningkatan kinerja operasional disertai dengan marjin pendapatan yang lebih baik, UNTR membukukan laba bersih Rp11,1 triliun pada 2018, meningkat 50% jika dibandingkan dengan Rp7,4 triliun pada tahun sebelumnya.

Gidion menjelaskan, perseroan mencatat peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebesar 29% menjadi 4.878 unit, dibandingkan dengan 3.788 unit pada tahun 2017. Peningkatan penjualan tersebut didorong oleh peningkatan permintaan alat berat dari semua sektor.

“Komatsu mampu mempertahankan posisi sebagai market leader alat berat, dengan pangsa pasar domestik sebesar 36% (berdasarkan riset pasar internal),” tuturnya dalam siaran pers, Rabu (27/2/2019).

Di segmen usaha kontraktor penambangan yang dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) membukukan peningkatan pendapatan bersih sebesar 37% menjadi Rp40,6 triliun.

PAMA juga mencatat peningkatan volume produksi batu bara sebesar 11% dari 112,6 juta ton menjadi 125,1 juta ton, sementara itu volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) meningkat 22% dari 800,8 juta bcm menjadi 979,4 juta bcm.

Sedangkan, bidang usaha pertambangan yang dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung mencatat total penjualan batu bara mencapai 7,0 juta ton, naik 11% dari 6,3 juta ton pada tahun 2017.

“Peningkatan rata-rata harga jual batu bara yang signifikan membuat pendapatan unit usaha Pertambangan naik 49% menjadi Rp10,7 triliun,” tambahnya.

Pada bulan Desember 2018, Perseroan melalui anak usahanya PT Danusa Tambang Nusantara, telah menyelesaikan akuisisi 95% kepemilikan PT Agincourt Resources, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral emas.

PT Agincourt Resources mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pada bulan Desember 2018 total penjualan emas dari tambang Martabe yang terkonsolidasi adalah sekitar 35.000 ons.

Sedangkan di bidang usaha Industri Konstruksi yang dijalankan melalui PT Acset Indonusa Tbk (ACST) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3,7 triliun dan laba bersih yang turun dari Rp 154 miliar menjadi Rp18 miliar di tahun 2018.

Selain itu, PT Bhumi Jati Power (BJP) yang 25% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Perseroan saat ini sedang mengembangkan pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2×1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah.

Hingga akhir tahun 2018, progress pembangunan konstruksi proyek ini telah mencapai 55% dan dijadwalkan akan memulai operasi secara komersial pada tahun 2021. BJP merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha Perseroan, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc.

 

Cek juga

Tok, DPR Setujui PMN 2023 untuk BUMN

JAKARTA – Komisi VI DPR menyetujui usulan penyertaan modal negara (PMN) 2023 dan inisiatif aksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *