Sunday , March 24 2019
Home / Berita / Prodia Raih Sertifikasi Westgard Sigma Verification Program 2019

Prodia Raih Sertifikasi Westgard Sigma Verification Program 2019

Jakarta – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) kembali memperoleh sertifikasi Westgard Sigma Verification Program dari Westgard QC Inc, Amerika Serikat. Acara seremonial penyerahan sertifikasi tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty, Direktur Operasi dan IT Prodia Andri Hidayat, Director of Client Services and Technology Westgard QC Inc Sten Westgard, dan Marketing Manager APAC Abbott Diagnostic Douglas W H Chung.

Saat ini, sudah ada 6 cabang Prodia yang telah lulus verifikasi, yaitu Prodia Laboratorium Rujukan Nasional (PRN), Prodia cabang Bekasi, Bandung, Malang, Semarang, dan Surabaya. Prodia merupakan laboratorium klinik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berhasil menerima sertifikasi Westgard Sigma Verification Program.

Westgard Sigma Verification Program (WSVP) merupakan suatu program quality assurance yang bertujuan untuk mendorong laboratorium dalam menentukan persyaratan kualitas secara mandiri dan mengevaluasi kinerja demi mencapai peningkatan kualitas.

Program ini akan memberikan pendekatan berbasis data untuk mengukur kualitas dengan mendeteksi kesalahan medis sehingga dapat dilakukan program peningkatan kualitas. Prodia telah rutin mengikuti program WSVP dari tahun 2014.

Fokus utama Prodia adalah menyajikan hasil pemeriksaan laboratorium yang berkualitas tinggi, presisi dan akurat. Perseroan menegaskan selalu mengedepankan kualitas hasil pemeriksaan sesuai dengan standar internasional.

“Partisipasi Prodia dalam program Westgard SVP ini merupakan bentuk konsistensi Prodia untuk terus menjaga kualitas hasil pemeriksaan secara berkesinambungan,” tutur Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty di sela-sela acara Seminar QC Westgard di Prodia Tower, Jakarta (13/3).

Lebih lanjut, Director of Client Services and Technology of Westgard QC Inc. USA, Sten Westgard mengatakan bahwa Prodia secara konsisten melakukan implementasi pengendalian kualitas (QC) dengan baik di dalam metode pemeriksaan, proses evaluasi, dan pelatihan staf untuk memberikan hasil pemeriksaan kesehatan yang akurat.

“Kami sangat bangga Prodia menjadi bagian dari program Westgard SVP. Prodia telah terbukti memberikan layanan kesehatan yang berkualitas tinggi dengan standar internasional,” tambah Sten.

Westgard SVP mengukur kapabilitas suatu laboratorium berdasarkan pencapaian Six Sigma sebagai suatu matriks di dalam analytical quality practice. Nilai Six Sigma dikalkulasi berdasarkan nilai Allowable Total Error (TEa), bias, dan distribusi data. Selain itu, Westgard SVP juga menilai pemahaman laboratorium mengenai sistem dan prosedur QC. Laboratorium akan menunjuk minimal 1 orang Quality Manager sebagai representasi untuk mengikuti program evaluasi dari Westgard SVP.

Tim Westgard SVP menilai dan memilih Sigma metriks dengan nilai > 4 atau lebih. Penilaian akan melihat seberapa besar pencapaian cabang-cabang Prodia dalam mendapatkan nilai sigma > 4 untuk setiap parameter yang dikerjakan. Untuk penilaian Quality Manager, kelulusan ditandai dengan hasil test online di atas 70.

Seluruh cabang Prodia yang telah lulus verifikasi Westgard SVP ini berhasil mencapai nilai rata-rata sigma > 6 untuk parameter Kimia, dan > 4 untuk parameter Imunologi. Selain itu, 11 orang Quality Manager Prodia yang mengikuti proses penilaian dari Westgard SVP berhasil dinyatakan lulus dan tersertifikasi oleh tim Westgard.

Direktur Operasi dan IT Prodia Andri Hidayat menegaskan bahwa keikutsertaan Prodia dalam Westgard Sigma Verification Program ini sejalan dengan komitmen Prodia terhadap mutu dan hasil pemeriksaan yang berkualitas sesuai dengan standar internasional.

“Melalui Westgard SVP ini, kami konsisten untuk menjaga kualitas hasil pemeriksaan yang tinggi sehingga dapat mendukung dokter atau klinisi untuk membuat diagnosa dengan lebih tepat,” tegas Andri.

Prodia secara rutin mengikuti program pemantapan mutu nasional dan internasional setiap tahunnya serta terus mengevaluasi hasil dari External Quality Assesment Scheme (EQAS) untuk perbaikan berkelanjutan dan membangun sistem penjaminan mutu yang konsisten.

Serangkaian program pemantapan mutu eksternal pada level nasional adalah Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal dari KEMENKES RI, dan pada level internasional yang diikuti oleh Prodia diantaranya yang meliputi External Quality Assurance Survey (EQAS) BioRad, Randox International Quality Assesment Scheme (RIQAS), College of American Pathologists (CAP), Qualiris, Cholestest Summit, Royal College of Pathologist of Australasia, Australia (RCPA), dan Medical Laboratory Evaluation (MLE) dengan pencapaian yang memuaskan.

Check Also

Indofood Cetak Laba Rp4,17 Triliun di 2018

Jakarta – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) cetak laba bersih Rp4,17 triliun pada 2018. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *