Monday , May 20 2019
Home / Berita / PT IndoSterling Group Luncurkan IAM

PT IndoSterling Group Luncurkan IAM

Jakarta – IndoSterling Group memberikan solusi manajemen investasi dengan melakukan grand launching IndoSterling Asset Manajemen (IAM).

Kehadiran investasi ini ditandai dengan keluarnya persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada November 2018 kepada PT IndoSterling Aset Manajemen sebagai perusahaan manajer investasi.

William Henley, founder IndoSterling Group sekaligus komisaris IAM, menyatakan kehadiran IAM ini menjadi bagian penting dalam melengkapi ekosistem perekonomian, finansial, dan pasar modal di Indonesia.

“Inilah kami, IndoSterling Aset Manajemen. Hadir dan mengajak investor menjadi bagian dari powerful ecosystem yang berkontribusi, menyentuh hidup lebih banyak orang, membawa harapan dan perubahan, untuk dunia yang lebih baik,” kata pria yang akrab disapa William Botax pada acara grand launching IAM di Hotel Farmont Senayan, Jakarta, Rabu, 6 Maret 2019.

Presiden Direktur IAM, Njauw Djoeng San, menjelaskan produk yang ditawarkan ada dua jenis instrumen investasi. Keduanya adalah investasi Reksa Dana IndoSterling Pasar Uang dan Reksa Dana IndoSterling Ekuitas Liquid Plus.

“Return investasi ini diharapkan bisa lebih tinggi dari bunga deposito maupun kenaikan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan),” katanya.

Djoeng San menargetkan untuk tiga tahun ke depan pihaknya akan mampu meraup dana investasi mencapai Rp 3 triliun. Target investor yang diincarnya adalah beragam jenis nasabah, baik institusi maupun individual.

“Tentunya mereka yang membutuhkan keamanan investasi sekaligus merespons kebutuhan nasabah untuk mencapai tujuan keuangan mereka,” ujarnya.

Djoeng San menambahkan produk investasi yang hadir dengan mengusung tagline “Creating Value Beyond” ini tak semata-mata menawarkan produk yang mengejar keuntungan material saja. Ia mengatakan para investor akan mendapatkan beneficiaries berupa manfaat sosial dengan hadirnya Philanthrophy Management yang menjadi wujud dari program Corporate Social Responsibility (CSR) IAM.

Untuk tahun pertama keberadaan IAM, Djoeng San menjelaskan, program CSR akan dijalankan dengan mengalokasikan 50 persen biaya pengelolaan (management fee) dari produk Reksa Dana IndoSterling Pasar Uang. Dana ini akan dialokasikan kepada tiga yayasan berbadan hukum. Ketiganya adalah Yayasan Pita Kuning, Yayasan Virtual Rescue Indonesia, dan Rumah FAYE.

Yayasan Pita Kuning merupakan lembaga yang memfokuskan perhatiannya dalam membantu para pasien kanker buat anak dan orang tidak mampu. Kemudian Yayasan Virtual Rescue Indonesia beraktifitas membangun jembatan gantung ke seluruh pelosok Indonesia. Sedangkan Rumah FAYE atau Yayasan Del menjalankan program advokasi dan pendampingan kepada anak-anak dan perempuan korban perdagangan manusia dan kejahatan seksual.

“IAM memilih tiga beneficiaries dengan sustainable development goals yang berbeda-beda. Tujuannya agar dana donasi itu bermanfaat lebih luas pada komunitas,” jelas Djoen San.

Sementara itu, Komisaris Utama IndoSterling Asset Manajemen Abraham Bastari mengatakan hadirnya Philanthropy Management dari IAM ini menjadi bagian penting buat mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. “Kepeduliaan semacam inilah yang diperlukan sekarang untuk merespons berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang terjadi di negeri ini,” katanya. (*)

Check Also

April, PTPP Capai Kontrak Rp10,75 Triliun

Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membukukan kontrak baru sebesar Rp10,75 triliun sampai dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *