Saturday , March 23 2019
Home / Berita / Telkomsel Gelar Proses Tata Ulang Frekuensi 800 dan 900 MHz
lantaibursa.id/MS Fahmi Dua orang teknisi sedang melakukan pengecekan berkala terhadap server Telkomsel Area Jabodetabek Bandung di Serpong, Tanggerang, Banten. Telkomsel siap dengan tugas yang di emban untuk terus membuka jaringan telekomunikasi hingga ke pelosok untuk membuka gerbang digital ke seluruh masyarakat Indonesia.

Telkomsel Gelar Proses Tata Ulang Frekuensi 800 dan 900 MHz

Jakarta – Telkomsel menggelar proses penataan ulang frekuensi radio (refarming) 800 MHz dan 900 Mhz sejak tanggal 25 Februari 2019 hingga 2 April 2019. Proses refarming tersebut di bawah pantauan Kominfo dengan perencanaan, eksekusi dan pemantauan ketat terhadap performansi jaringan Telkomsel.

Kegiatan refarming oleh penyelenggara jaringan seluler anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) ini dilakukan di 42 cluster secara nasional yang mencakup 34 provinsi di Papua, Maluku, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Sumatra, dan Jawa.

“Frekuensi itu bagaikan urat nadi bagi penyelenggara jaringan seluler, untuk itu kami menangani secara serius refarming untuk mengoptimalkan sumber daya frekuensi,” kata Vice President Technology & System Telkomsel Indra Mardiatna, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/3/2019).

Ia mengatakan, Telkomsel sebelumnya telah berhasil melakukan penataan ulang frekuensi radio di spektrum berbeda. Berdasarkan pengalaman tersebut, ia optimistis proses refarming kali ini tak akan mengalami kendala.

Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan dan meminimalisasi dampak di sisi pelanggan, maka refarming dilaksanakan pada saat trafik jaringan rendah yaitu pukul 23.00 sampai pukul 02.00 keesokan harinya.

Selain itu, saat proses refarming dilakukan pada frekuensi 800 MHz dan 900 MHz, pelanggan tetap dapat menggunakan band spektrum lain seperti 1800 MHz, 2100 MHz dan 2300 MHz. “Sehingga, layanan Telkomsel dapat tetap dinikmati dengan baik,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 998 Tahun 2018 dan Kepdirjen SDPPI Kominfo Nomor 29 Tahun 2019 menegaskan bahwa penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler wajib melakukan penataan ulang pita frekuensi radio 800 MHz dan 900 MHz yang saat ini terpisah (non-contiguous).

Penataan ulang bertujuan agar diperoleh penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous) untuk seluruh penyelenggara jaringan bergerak seluler pengguna pita frekuensi radio tersebut.

Dengan demikian, setiap penyelenggara memiliki keleluasaan dalam memilih teknologi seluler dan jenis pengkanalan yang paling sesuai dengan kondisi trafik layanan selulernya pada suatu area tertentu.

Pada akhirnya masyarakat pengguna layanan seluler dapat menikmati kualitas yang lebih baik khususnya pada wilayah-wilayah yang mengalami kepadatan jaringan (congestion).

Check Also

Bakamla Dukung Pengamanan Sistem Komunikasi Kabel Laut Telkom

Jakarta – Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menandatangani Perjanjian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *