Monday , May 20 2019
Home / Berita / TINS: Kinerja Ekspor Tak Terganggu Penghentian Ekspor Timah oleh ICDX
sumber: ap3i.or.id

TINS: Kinerja Ekspor Tak Terganggu Penghentian Ekspor Timah oleh ICDX

Jakarta – Pada Oktober 2018, bursa komoditi dan derivatif ICDX menghentikan ekspor timah perusahaan smelter yang diverifikasi PT Surveyor Indonesia, karena tidak memenuhi syarat ekspor.

Sebagai anggota ICDX, PT Timah Tbk (TINS) tidak terpengaruh oleh penghentian sementara perdagangan karena produk yang diperdagangkan sudah memenuhi syarat yang dikeluarkan oleh surveyor PT Sucofindo.

Amin Haris, Sekretaris Perusahaan TINS mengatakan, perseroan optimistis bahwa kinerja tahun 2019 akan terus meningkat seiring dengan membaiknya tata kelola pertimahan di Indonesia, terutama dengan dukungan regulasi dari Pemerintah.

Dukungan regulasi tersebut terkait penertiban penambangan illegal dan kewajiban pelaporan neraca cadangan yang diverifikasi Competent Person yang bersertifikasi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi).

“Sebagai salah satu pemilik lahan konsesi tambang terbesar di Bangka Belitung, seharusnya kami memiliki prosentase kontribusi paling besar terhadap ekspor timah Indonesia,” ujar Amin dalam keterangan resmi perseroan.

Sepanjang tahun 2018, Timah mampu memproduksi sebesar 44.514 ton atau naik 42,77% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 31.178 ton.

Dari perolehan bijih timah tersebut, 49,90% diantaranya berasal dari laut (offshore) dan sisanya sebesar 50,10% berasal dari darat (onshore)

Sedangkan, produksi logam timah sampai dengan akhir 2018 tercatat 33.444 Mton atau naik 10,56% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar 30.249 Mton

Berbanding lurus dengan kondisi di atas, sampai dengan akhir 2018 tercatat penjualan logam timah sebesar 33.818 Mton atau naik 13,05% dibandingkan tahun 2017 sebesar 29.914 Mton

Sementara, pendapatan usaha di tahun lalu tercatat sebesar Rp11,050 triliun atau naik 19,88%, dengan kontribusi logam timah berada di urutan pertama 91,88%, disusul posisi berikutnya produk hilir (tin chemical) 3,87% dan rumah sakit 2,19%.

 

Check Also

April, PTPP Capai Kontrak Rp10,75 Triliun

Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membukukan kontrak baru sebesar Rp10,75 triliun sampai dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *