Saturday , November 9 2019
Home / Berita / Saham / Astra Agro Tebar Dividen 45% dari Laba Bersih

Astra Agro Tebar Dividen 45% dari Laba Bersih

Jakarta – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengalami penurunan laba bersih sebesar 26,9 persen menjadi Rp1,43 triliun di tahun 2018, dari posisi Rp1,96 triliun di tahun 2017. Walaupun laba turun, tapi perusahaan tetap memiliki komitmen untuk menebar dividen kepada semua pemegang saham.
Penerapan tebar dividen diperoleh dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang diselenggarakan di Jakarta, pada Senin (15/4/2019).
Direktur Utama Astra Agro Lestari, Santosa mengatakan, dari hasil RUPST, perseroan dan pemegang saham telah menyepakati untuk mengalokasikan sekitar 45 persen dari laba bersih atau Rp648 miliar untuk ditebar menjadi dividen.
“Kami membagikan dividen sebesar 45 persen dari laba bersih. Sisa laba bakal dijadikan laba ditahan. Hasilnya pemegang saham akan menerima dividen Rp336 per saham ditambah dengan dividen interim yang dibagikan Oktober tahun lalu Rp112 per saham,” kata Santosa.
Dia menyebutkan, perusahaan saat ini telah mengelola 285.024 hektare (ha) kebun sawit yang tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Dari luasan itu, AALI mengelola 218,409 ha kebun inti, 66.615 ha kebun plasma. Selain mengelola inti dan plasma, Astra Agro juga mengelola kebun kemitraan.
Pada tahun 2018, Astra Agro memproduksi TBS sebesar 5,7 juta ton atau naik sebesar 10,2 persen dibandingkan tahun 2017. Produksi CPO Astra Agro tahun 2018 meningkat sebesar 18,5 persen dibandingkan tahun 2017.
Tercatat, Astra Agro memproduksi CPO sebesar 1,9 juta ton pada tahun 2018 sedangkan pada tahun 2017 Astra Agro memproduksi 1,6 juta ton. Produksi kernel juga mengalami peningkatan yakni sebesar 18 persen dibandingkan tahun 2017.
Pada tahun 2018, produksi kernel sebesar 420.900 ton sedangkan pada tahun sebelumnya produksi kernel sebesar 356.600 ton. Pada sektor hilir, Astra Agro memproduksi 327.600 ton Olein pada tahun 2018 atau meningkat 16,1 persen dari tahun 2017 yakni sebesar 282.200 ton. Palm Kernel Oil mengalami penurunan sebesar 38,2 persen dari tahun 2017.
Bukan hanya itu, trading CPO juga memberikan prestasi yang menggembirakan yaitu naik sekitar empat kali lipat sekitar 83.000 ton di tahun 2017 menjadi 375.000 ton ditahun 2018.

Check Also

TBIG Resmi Stock Split 1:5

Jakarta – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengumumkan pemecahan nilai nominal saham (stock split) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *