Saturday , April 20 2019
Home / Berita / Penghargaan Smart Factory Schneider Electric

Penghargaan Smart Factory Schneider Electric

lantaibursa.id/HO
Country President Schneider Electric Indonesia, Xavier Denoly berpose bersama usai menerima penghargaan “A National Lighthouse for Indonesia” yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, didampingi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Tanggerang, Banten, Senin (15/04/2019).

Tanggerang – Schneider Electric menjadi mitra pertama yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai proyek percontohan Smart Factory di Indonesia dengan mendapatkan penghargaan “A National Lighthouse for Indonesia”. Schneider Electric telah menjadi mitra kerja Kementerian Perindustrian Republik Indonesia untuk pengembangan dan penerapan industri 4.0 sejak November 2018 lalu untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para pelaku industri di Indonesia yang ingin belajar dan menyaksikan secara langsung penerapan otomasi pabrik dan dampak langsung yang diperoleh perusahaan dari digitalisasi di fasilitas manufakturnya.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla kepada Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia disaksikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto di acara Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) yang diselenggarakan oleh Kemenperin pada 15-16 April 2019, di ICE BSD, Tangerang. Di acara tersebut, Schneider Electric juga akan memperlihatkan bagaimana dengan digitalisasi, seluruh aktivitas operasional di pabriknya dapat dikontrol secara real-timekapanpun dan dimanapun manajer pabrik berada melalui teknologi virtual augmented reality.

Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia mengatakan “Kami percaya akan dampak positif yang dapat diperoleh dari digitalisasi dan otomasi pabrik, serta memastikan bahwa pabrik kami dilengkapi dengan teknologi IIoT yang terdepan sebagai proyek percontohan penerapan industri 4.0. Smart Factory kami di Batam merupakan bagian dari strategi transformasi digital Schneider Electric secara global yang menggabungkan pembelajaran mesin (machine learning), AI, analisa prediktif berbasis digital, serta mesin dan proses yang terhubung. Proyek percontohan Smart Factory Batam akan memberikan gambaran nyata bagaimana integrasi big data, cloud dan teknologi IIoT memungkinkan kegiatan operasional yang lebih efisien energi dan berkelanjutan dalam jangka panjang.”

Smart Factory Batam menerapkan solusi EcoStruxure™ Machine – salah satu solusi EcoStruxure™ yang berbasisIoT (Internet of Things) milik Schneider Electric yang terbuka, mudah dioperasikan, dan kompatibel – yang memungkinkan pelacakan secara real-timeatas kinerja operasional dan visibilitas yang lebih baik terhadap kinerja peralatan berat dan kebutuhan perawatan (maintenance) preventif. Dengan aplikasi Manufacturing Control Tower dashboards, manajer pabrik dapat membuat keputusan yang lebih baik dan lebih cepat dapat menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kegiatan operasional.

lantaibursa.id/HO
Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (dua kiri) dan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto (dua kanan) bersama Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly (kanan) saat mendengarkan penjelasan Digital Transformation Senior Manager Schneider Electric Manufacturing Batam Fadli Hamsani mengenai perjalanan transformasi digital pabrik pintar Schneider Electric dengan menggunakan solusi EcoStruxure™, arsitektur dan platform sistem terbuka dan interoperable yang didukung oleh Internet of Things (IoT) di booth Schneider Electric pada acara Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) di Tanggerang, Banten, Senin (15/04/2019).

“Semua karyawan di pabrik kami mendapat manfaat dari digitalisasi ini karena mereka memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada tugas-tugas strategis yang mendukung pertumbuhan perusahaan, meningkatkan produktivitas dan pengambilan keputusan yang lebih baik berdasarkan analis data yang real-time. Pengembalian investasi dari penerapan smart factory ini bervariasi dari kurang dari 6 bulan hingga 2 tahun; sebagai contoh pengembalian investasi dari penerapan EcoStruxure ™ untuk salah satu produksi elektromekanis kami kurang dari 6 bulan berkat 46% pengurangan material yang terbuang dan penurunan waktu perawatan hingga 17% dengan waktu implementasi kurang dari sebulan.” Tutup Xavier dalam rilisnya Senin (15/04/2019).(*)

Check Also

Layanan Telkom Tetap Normal Pasca Gempa Sulteng

Jakarta – Pasca kejadian gempa bumi 6,9 SR di Kabupaten Morowali dan Banggai Kepulauan serta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *