lantaibursa.id – Memasuki tahun 2019, PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) memproyeksikan peningkatan kinerja bisnis yang lebih positif dibandingkan tahun sebelumnya. Manajemen menargetkan adanya lonjakan pada sisi pendapatan maupun laba bersih di kisaran 15% hingga 20% hingga akhir tahun.
Rasa optimisme tersebut didorong oleh tren positif di sektor pertambangan. Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan TPMA, Rudy Sutiono, menjelaskan bahwa tingginya volume produksi dan penjualan batu bara tahun ini menjadi katalis utama bagi bisnis perusahaan. Kondisi ini secara otomatis mendongkrak kebutuhan industri terhadap layanan armada pengangkut batu bara.
Sebagai langkah konkret untuk mengakomodasi lonjakan permintaan tersebut, TPMA telah mengalokasikan belanja modal (investasi) senilai Rp150 miliar. Rudy merinci bahwa pendanaan untuk ekspansi ini merupakan kombinasi dari kas internal perusahaan dan fasilitas kredit dari pihak perbankan.
Rencananya, suntikan dana tersebut bakal difokuskan untuk memperkuat lini operasional melalui pengadaan enam unit kapal baru. Langkah ini diyakini mampu menopang rencana ekspansi bisnis perusahaan ke depan.
“Sejauh ini kami sudah merealisasikan pembelian satu set kapal. Kami menargetkan sisa armada lainnya dapat terpenuhi sehingga total ada enam kapal tambahan yang kita beli di sepanjang tahun ini,” jelas Rudy di Jakarta, Selasa (21/5/2019).