Thursday , October 10 2019
Home / Berita / Peringkat Daya Saing Indonesia Naik ke 32

Peringkat Daya Saing Indonesia Naik ke 32

Jakarta – Indonesia menempati urutan 32 dari 63 negara dalam IMD World Competitiveness Yearbook (WCY) 2019. Peringkat ini meningkat drastis dari posisi 42 di tahun 2018.

Director IMD WCY Arturo Bris mengatakan, peringkat daya saing Indonesia naik signifikan 11 peringkat ke posisi 32. Indonesia mendapatkan skor 73,59.

Penilaian itu dilakukan kepada 63 negara untuk di evaluasi peringkat daya saingnya berdasarkan overall ranking dari empat faktor daya saing (competitive factors), yaitu kinerja ekonomi (economic performance), efisiensi pemerintahan (government efficiency), efisiensi bisnis (Business Efficiency), dan Infrastruktur (infrastructure).

“IMD WCY telah melakukan penilaian daya saing global sejak 1989 dan menjadi rujukan peringkat daya saing global,” ucap dia melalui keterangan resminya, Minggu (2/6/2019).

Lanjut dia, penilaian daya saing dari empat competitive factors tersebut berdasarkan 143 kriteria dari hard data yang merupakan data-data statistik dari sumber nasional dan internasional serta 92 kriteria dari riset data yang merupakan gabungan dari international panel of experts dan executive opinion survey.

“Penilaian hard data merepresentasikan 2/3 dari bobot skor akhir daya saing dan riset data merepresentasikan 1/3 bobot skor akhir daya saing,” ungkap dia.

Koordinator Riset IMD WCY sekaligus Direktur Konsultasi LM FEB UI, Willem Makaliwe mengatakan, peningkatan daya saing yang dialami Indonesia sangat signifikan. Hal itu bisa dilihat dari tren sejak 2015, yang menunjukkan peringkat daya saing Indonesia masih berada di atas peringkat 40.

“Peningkatan peringkat daya saing Indonesia ini adalah yang kedua paling signifikan setelah Arab Saudi yang juga naik sebesar 13 peringkat dari posisi 39 ke posisi 26. Sementara itu, perubahan peringkat negara-negara lain tidak terlalu signifikan,” ujar dia

Jika dilihat secara kawasan, peringkat daya saing Indonesia di wilayah Asia Pasifik masih stagnan seperti tahun 2018 di posisi 11 dari 14 negara. Sementara itu, di wilayah ASEAN, daya saing Indonesia masih di bawah Singapura (peringkat 1), Malaysia (peringkat 22), dan Thailand (peringkat 25).

“Hal yang juga menggemberikan adalah, untuk negara-negara dengan populasi di atas 20 juta penduduk, peringkat daya saing Indonesia naik tiga peringkat menjadi peringkat 14 dari 29 negara,” tukas dia.

Check Also

Perkuat Kerjasama, Askrindo Gandeng BPD Kalteng

Jakarta – PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Persero) melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *