Tuesday , July 16 2019
Home / Berita / PLN Siap Topang Kebutuhan Listrik Industri

PLN Siap Topang Kebutuhan Listrik Industri

JAKARTA-Listrik merupakan salah satu infrastruktur penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, mendorong investasi, dan pemerataan industri, yang memberikan dampak lanjutan (domino’s effect) terhadap penciptaan lapangan kerja dan ekonomi daerah. Stabilitas pasokan listrik merupakan salah satu kunci pertumbuhan industri modern untuk turut memacu peningkatan perekonomian nasional. “Saya melihat PLN lebih dari siap dalam upaya memenuhi kebutuhan dan pertumbuhan dunia industri. Ini prestasi PLN, dan pemerintah seyogyanya mensinkronkan antara rencana industrial dengan kapasitas pasokan (listrik) yang telah disiapkan oleh PLN,“ ujar Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI), Prof. Iwa Garniwa Mulyana, yang baru saja dikukuhkan sebagai Ketua STT-PLN Periode 2019 – 2023, Mei lalu.

Kesiapan PLN dalam menjaga kelangsungan industri, menurut Iwa, bisa disaksikan melalui upaya PLN dalam memastikan pasokan listrik yang andal bagi Kawasan-kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI) dan pelanggan-pelanggan besar lainnya. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, total daya yang dipasok PLN untuk pelanggan besar adalah 22.461 Mega Volt Ampere (MVA). Sementara pelanggan yang sudah tersambung hingga Oktober 2018 telah mencapai 810 MVA.

Secara umum, Iwa menilai kesiapan infrastuktur PLN juga sudah lebih dari cukup dalam upaya memenuhi pasokan listrik yang dibutuhkan industri modern. Namun ada fakta bahwa pertumbuhan dunia industri ternyata tidak sesuai harapan, hal itu menurutnya bukan tanggungjawab PLN. Dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PT Perusahaan Listrik Negara/PT PLN (Persero) 2019-2028, yang dipaparkan Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Januari lalu, penambahan infrastruktur ketenagalistrikan yang direncanakan hingga 2028 terperinci sebagai pembangkit tenaga listrik 56.395 MW, jaringan transmisi sepanjang 57.293 kilometer sirkit (kms), gardu induk 124.341 MVA, jaringan distribusi sepanjang 472.795 kms dan gardu distribusi 33.730 MVA.

Untuk mencapai target tersebut PT PLN (Persero) melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah mewujudkan sistem tenaga listrik Jawa-Bali (SJB), sebagai sistem interkoneksi terbesar di Indonesia. “Pemerintah terus fokus membangun pembangkit listrik. Sesuai data statistik ketenagalistrikan tahun 2017, di Jawa Bali saat ini terdapat 331 pembangkit yang masuk ke dalam sistem interkoneksi dengan kapasitas pembangkit sekitar 37.600 MW,” ujar Humas Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan ESDM, Pandu Satria Jati, dalam kesempatan terpisah. (JAT)

Check Also

Telkomsel-Google Hadirkan Android Zero-Touch Enrollment

Jakarta – Telkomsel beraliansi dengan GoogleTM untuk penerapan AndroidTM zero-touch enrollment di perusahaan berskala besar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *