Thursday , December 12 2019
Home / Berita / Saham / TCPI Panjat Laba Bersih Hingga 151 Persen

TCPI Panjat Laba Bersih Hingga 151 Persen

Jakarta – PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) mencatat peningkatan Laba Bersih sebesar 151% dari Rp106 miliar di tahun 2017 menjadi Rp265,61 miliar di tahun 2018. Perseroan akan menggunakan sekitar 30% dari laba bersih tahun buku 2018 tersebut atau Rp15,5 per lembar saham, sebagai dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham sebagai dividen tunai.

Peningkatan laba bersih tersebut disokong dari pendapatan perseroan yang mengalami peningkatan sebesar 50%, dari sebelumnya Rp1,55 triliun di tahun 2017 menjadi Rp2,32 triliun di tahun 2018.

Aset Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 29% dari sebelumnya Rp2,13 triliun di tahun 2017 menjadi Rp2,75 triliun di tahun 2018.
“Peningkatan laba bersih perseroan ini tidak terlepas dari meningkatnya kepercayaan dari klien- klien pengguna jasa perseroan yang ada saat ini, dengan mempercayakan tambahan kargo yang diangkut oleh perseroan di tahun 2018,” jelas Direktur Utama TCPI Dirc Richard Talumewo.

Selain itu lanjutnya, peningkatan laba bersih ini juga sebagai dampak dari akuisisi PT Kanz Gemilang Utama oleh Perseroan di bulan Oktober 2018. Dengan akuisisi tersebut, perseroan menjadi pemegang saham mayoritas di dua perusahaan pelayaran yang memiliki puluhan armada, yaitu PT Energy Transporter Indonesia dan PT Sentra Makmur Lines.

“Perseroan pun berhasil mengurangi armada sewa dari pihak ketiga yang dioperasikan oleh Perseroan selama ini untuk mendukung armada milik Perseroan dalam memberikan jasa angkutan kepada klien-klien Perseroan,” tuturnya.

Ia memaparkan, PT Energy Transporter Indonesia memiliki kontrak jangka panjang pengangkutan batubara yang digunakan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di tanah air, sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Pemerintah.

Dirc Richard menambahkan, di tahun 2018 Perseroan juga berhasil menambah customer base, dengan mendapatkan kontrak pengangkutan bijih nikel di Sulawesi untuk periode kontrak selama 5 tahun.

Ia memastikan, perseroan juga melakukan upaya-upaya secara terus menerus untuk meningkatkan mutu layanannya kepada para klien perseroan, yang juga mendorong pertumbuhan laba bersih tersebut.

Target 2019

Untuk tahun buku 2019, Dirc Richard menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 56%. Target ini dicanangkan dengan mempertimbangkan kenaikan volume angkutan kargo yang ditargetkan mengalami kenaikan sebesar 25% di tahun 2019 atau meningkat dari tahun 2018 menjadi 51 juta Metrik Ton.

Perseroan juga menargetkan laba tahun berjalan perseroan di tahun 2019 akan mengalami peningkatan sebesar 50% dari laba tahun berjalan di tahun 2018, sehingga menjadi Rp 398, 81 miliar.

Sedangkan ekuitas diperkirakan juga akan mengalami peningkatan sebesar 28% dari Rp1,24 triliun di tahun 2018 menjadi Rp1,58 triliun di tahun 2019.
Demikian juga jumlah aset perseroan yang ditargetkan akan mengalami peningkatan sebesar 20% dari Rp2,75 triliun di tahun 2018 menjadi Rp3,32 triliun di tahun 2019.

Sementara jumlah liabilitas akan mengalami peningkatan sebesar 15% dari Rp 1,51 triliun di tahun 2018 menjadi Rp 1,73 triliun di tahun 2019.

Untuk diketahui, selain keputusan tentang pembagian dividen dari Laba Bersih tersebut, RUPST juga menghasilkan beberapa keputusan lain. Di antaranya, pertama, menerima dengan baik dan menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2018, termasuk mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2018.

Kedua, menyetujui pemberian wewenang kepada dewan komisaris perseroan untuk menentukan besaran honorarium, tunjangan dan fasilitas lainnya bagi anggota dewan komisaris perseroan serta gaji, tunjangan dan fasilitas lainnya bagi anggota Direksi Perseroan untuk tahun buku 2019.

Termasuk soal besaran pemberian tantiem dan bonus bagi anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan Perseroan berdasarkan kinerja Perseroan tahun 2018, dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.

Ketiga, menyetujui pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, dalam rangka mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019. Keempat, menyetujui perubahan susunan anggota Direksi Perseroan terkait dengan usulan perubahan nomenklatur jabatan Direktur Independen menjadi Direktur. Terakhir atau kelima, mengesahkan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan.

Check Also

IHSG Ditutup Memerah Turun Tipis 0,05%

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok pada penutupan hari ini. IHSG ditutup …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *