Saturday , July 20 2019
Home / Berita / TMAS Bidik Pendapatan Rp2,6 Triliun

TMAS Bidik Pendapatan Rp2,6 Triliun

Jakarta – PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) membidik total pendapatan sebesar Rp2,6 triliun di 2019. Pendapatan itu akan ditopang oleh pembelian tiga unit kapal dan memperluas layanan menjadi 82 pelabuhan dari sebelumnya 41 pelabuhan.

Direktur Utama TMAS, Sutikno Khusumo mengatakan, upaya memperluas national network di 2019, Perseroan melakukan kerjasama operasional (KSO) dengan Mentari Line, sehingga pelabuhan yang dilayani menjadi 82 pelabuhan. Sehingga, KSO ini akan mampu meningkatkan konektivitas antarpulau.

“Kami ingin berkontribusi pada program pemerintah terkait pemeraraan ekonomi, khususnya di daerah-daerah 3TP (terluar, terpencil, terbelakang dan perbatasan),” ucap Sutikno usai RUPS Tahunan TMAS di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Dia menjelaskan, sejauh ini tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif yang menandakan adanya peningkatan daya beli.

“Hal ini berpeluang positif juga bagi kami, karena akan berdampak pada peningkatan volume angkutan peti kemas untuk distribusi barang,” jelas dia.

Pada kesempatan sama, Direktur TMAS, Faty Khusumo menyebutkan, untuk meningkatkan pelayanan dengan cakupan 82 pelabuhan, Perseroan akan membeli satu unit kapal dengan kapasitas volume pengangkutan sekitar 2.700-4.000TEUs dan dua unit kapal kapasitas300-400 TEUs.

“Akan ada tambahan juga empat unit QC dan enam unit RTG serta container. Untuk semua tambahan kapal hingga container tersebut, kami akan membelanjakan Rp750 miliar,” ujar Faty.

Sebagaimana diketahui, pada 2018 TMAS mencatatkan perolehan pendapatan bersih senilai Rp2,32 triliun atau meningkat 16 persen (year-on-year). Sedangkan, laba bersih di 2018 sebesar Rp34,82 miliar.

“Penurunan laba disebabkan biaya pembelian bahan bakar yang mengalami kenaikan sebesar 42 persen dan menjadi salah faktor yang cukup menggerus pendapatan Perseroan,” ucap Direktur TMAS, Ganny Zheng.

Ganny menyebutkan, pada tahun lalu, harga rata-rata bahan bakar naik 40,4 persen menjadi Rp11.459 per liter dari sebelumnya Rp8.164 per liter. Rata-rata uang tambang per TEUs (twenty-foot equivalent units, satu unit peti kemas ukuran 20 kaki) juga naik 17,2 persen menjadi Rp3,13 juta per TEUs dari sebelumnya Rp2,67 juta TEUs.

Ganny menambahkan, pada Kuartal I-2019, laba bersih TMAS mencapai Rp42,32 miliar atau meningkat 25 persen (yoy) yang ditopang oleh pendapatan usaha yang meningkat 9 persen menjadi Rp608,16 miliar.

“Kami optimistis, pendapatan di 2019 bisa mencapai Rp2,6 triliun,” tutup Ganny.

Check Also

Program Loyalitas XL

Jakarta – XL Axiata kembali memberikan apresiasi kepada pelanggan setia melalui dua program loyalitas yaitu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *