Tuesday , September 17 2019
Home / Berita / Obligasi Rp800 Miliar, MPM Finance Tawarkan Kupon Hingga 9,75%

Obligasi Rp800 Miliar, MPM Finance Tawarkan Kupon Hingga 9,75%

Jakarta – PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPM Finance) berencana melakukan Penawaran Umum Obligasi MPMFinance I Tahun 2019 sebesar Rp800 miliar, dengan kupon yang ditawarkan mulai dari 8,25% – 9,75%.

CEO MPM Finance Johny Kandano menyatakan, obligasi yang diterbitkan terdiri dari Seri A dengan jangka waktu tiga tahun, Seri B yang diterbitkan dengan jangka waktu empat tahun dan Seri C yang diterbitkan dalam jangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi.

“Untuk Seri A memiliki kupon 8,25-9,25%, sedangkan Seri B menawarkan kupon 8,5-9,5% dan Seri C dengan tingkat kupon 8,75-9,75%,” ucap Johny di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Dia mengatakan, dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan untuk modal kerja pembiayaan.

Hingga akhir Juni 2019, perseroan telah mencatat pembiayaan sebesar Rp3,1 triliun, sedangkan hingga akhir tahun ini total pembiayaan ditargetkan mencapai Rp6,9 triliun.

Dalam penawaran umum ini perseroan memberikan mandat kepada PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak selaku Wali Amanat.

Masa Penawaran Awal (book building) akan dilakukan pada 21 Agustus-3 September 2019, dan perkiraan Masa Penawaran Umum diselenggarakan pada 16-17 September 2019.

Dia menyebutkan, industri pembiayaan masih memiliki prospek yang baik dikarenakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik terutama didukung konsumsi dan investasi pemerintah serta konsumsi masyarakat. Selain itu, pertumbuhan pasar otomotif di Indonesia yang masih menjanjikan sebagai salah satu pasar otomotif terbesar di ASEAN.

“Kami optimis bahwa kinerja perseroan terus bertumbuh, terbukti laba bersih perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2019 sebesar Rp37,0 miliar, mengalami peningkatan Rp21,2 miliar atau 134,79% dibandingkan periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2018 yang berjumlah Rp15,8 miliar,” terang dia.

Dia menambahkan, peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan jumlah pendapatan sebesar Rp77,9 miliar atau 21,42% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

“Di mana pertumbuhan jumlah pendapatan lebih tinggi dibandingkan kenaikan beban sebesar Rp49,5 miliar atau 14,45% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” pungkas dia.

Check Also

Fintech Pecahkan Tantangan Sosial Ekonomi Masyarakat

Jakarta – Perkembangan dunia digital di Indonesia dewasa ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *