Saturday , August 24 2019
Home / Berita / PIPI Anggap Kemampuan PLN Pulihkan Turbin Paca Blackout Luar Biasa
lantaibursa.id/MS Fahmi Petugas Area Pelaksana Pemeliharaan Cawang PLN Transmisi Jawa Bagian Barat, saat melakukan pemeriksaan rutin pada marseling kios di switch yard gardu induk 150 KV mampang dua Jakarta, Kamis (29/9). Pada 2016 PLN akan menyelesaikan 53 Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 KV serta akan membangun jaringan kabel listrik bawah tanah ( underground cable) sejauh 60km untuk wilayah Jakarta.

PIPI Anggap Kemampuan PLN Pulihkan Turbin Paca Blackout Luar Biasa

JAKARTA-Persatuan Insinyur Profesional Indonesia (PIPI) mengapresiasi kemampuan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam memulihkan layanannya pasca terjadinya pemadaman (blackout) di Jabodetabek dan sebagian wilayah Jawa Barat dan Banten pada Minggu (4/7) lalu. Upaya pemulihan itu dilakukan PLN dengan mengembalikan fungsi kinerja beberapa turbin yang sempat mengalami gangguan. “Dalam pandangan kami kemampuan (PLN) memulihkan kinerja enam turbin hanya dalam waktu enam jam itu luar biasa,” ujar Chairman PIPI, Raswari, saat dihubungi, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Penilaian itu, menurut Raswari, didasarkan pada proses pemulihan turbin yang ternyata sangat kompleks. Tak hanya soal kompleksitas persoalan, proses pemulihan dikatakan tokoh yang juga menjabat sebagai Deputy Chairman Oil, Gas dan Energi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu sulit dilakukan melibatkan banyak hal, mulai dari ketersediaan pakar perbaikan, peralatan perbaikan, suku cadang hingga proses pengantaran suku cadang ke lokasi kejadian. “Bahkan kalau rusaknya berat, bisa membutuhkan waktu hingga berhari-hari untuk perbaikannya,” tutur Raswari.

Hingga Senin (5/7), PLN dilaporkan telah mampu menghidupkan total 40 turbin. Sebagai pakar di bidang teknik oil and gas selama puluhan tahun, Raswari mengaku paham betul kompleksitas permasalahan dalam proses pemulihan peristiwa berskala besar. Itu sebabnya dirinya mengapresiasi kecepatan kinerja PLN dalam memulihkan kondisi kemarin. Raswari menyarankan agar demi mencegah kondisi serupa terulang di masa depan, proses perbaikan dan perawatan harus menjadi prioritas perusahaan ke depan. “Pertama, PLN wajib menginspeksi mendetil seluruh peralatan teknik, terutama yang vital dan sensitif. Ini penting untuk memastikan pemenuhan terhadap standard ISO terkait keandalan kualitasnya, agar tidak terjadi kegagalan saat dioperasikan. Lalu juga soal peningkatan kualitas manajemen reporting karyawan PLN.  Kemampuan karyawan dalam hal reporting harian, mingguan, bulanan dan progress report itu sangat vital,” tegas Raswari. (JAT)

Check Also

Dua Yayasan Ibu Tien Soeharto Salurkan Bantuan Kemanusian

JAKARTA – Dua yayasan social yang menjadi penanda dan jejak pengabdian Almarhumah Ibu Tien Soeharto …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *