Tuesday , October 8 2019
Home / Berita / Kinerja Bisnis Brokerage Melesat, BNI Sekuritas Raih Penghargaan “Market Domination” di RRI BUMN Award 2019
lantaibursa.id/MS Fahmi Plt Direktur Utama BNI Sekuritas Reza Benito Zahar (dua kanan) saat menerima penghargaan RRI BUMN Award 2019 yang diserahkan CEO Iconomics Bram S. Putro (kanan) disaksikan Sekretaris Kementerian BUMN Imam A. Putro (dua kiri) dan Direktur Utama RRI M Rohanudin di Jakarta, Kamis (26/09/2019).

Kinerja Bisnis Brokerage Melesat, BNI Sekuritas Raih Penghargaan “Market Domination” di RRI BUMN Award 2019

JAKARTA – PT BNI Sekuritas menerima penghargaan di acara RRI BUMN Award Millennials Choice “Market Dominant” dengan kategori gold. Penghargaan ini diberiakan karena berdasarkan penilaian Iconomics Research and Consulting, BNI Sekuritas merupakan sekuritas yang paling agresif selama tahun 2019.

Selain peningkatan bisnis investment banking, setelah meluncurkan aplikasi online trading BIONS, BNI Sekuritas juga berhasil meningkatkan brokerage transaksinya dari rangking 23, menjadi rangking 16.

Reza Benito Zahar, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BNI Sekuritas mengatakan, dalam jangka waktu tiga tahun terakhir, perusahaan memang gencar memacu kinerja bisnisnya.

Kata Reza, aktivitas bisnis BNI Sekuritas di bidang perantara perdagangan saham meningkat pesat didukung perluasan penggunaan platform perdagangan efek BIONS tersebut. Saat ini, jumlah pengguna aplikasi ini ada sekitar 90.000 nasabah yang memberi kontribusi hingga 90% pada total nilai transaksi efek perusahaan.

“Transaksi kita didominasi nasabah ritel melalui online platform BIONS ini. Ke depan kita akan terus perkuat ke berbagai channel, baik secara B to C, dan juga C to C. Kami sadar bahwa ini sangat penting (memperkuat online platform),” ujarnya, usai menerima penghargaan tersebut, di Jakarta, Kamis (27/9/2019) malam.

Lebih lanjut, ia menuturkan, perseroan akan terus memperkuat dan memperluas pasar sebagai strategi pertumbuhan perusahaan ke depan.

Di antaranya dilakukan dengan mengembangkan sistem perdagangan reksa dana, KIK EBA yang bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), dan juga meluncurkan perdagangan fixed income.

Terkait bisnis penjaminan emisi atau underwriting, Reza menerangkan bahwa saat ini perseroan tengah memproses PT Itama Ranoraya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan untuk melantai di bursa melalui Penawaran Umum Perdana Saham atau IPO. Calon ini emiten Bursa Efek Indonesia ini telah melakukan public expose dan direncanakan akan dicatatkan di bursa dalam waktu dekat.

Sementara itu, ada beberapa perusahaan lain dalam daftar perseroan (pipeline) yang tengah dikawal untuk melepas sahamnya ke publik. Semua perusahaan tersebut, direncanakan dapat menggelar IPO paling tidak pada semester dua, tahun depan, bila kondisi pasar mendukung.

“Dalam pipeline kami ada 4 perusahaan, termasuk anak perusahaan BUMN. Ada yang bergerak di industri telko, terminal peti kemas, dan ada juga bank anak usaha BUMN. Sekarang masih proses preliminary. Ini nanti proceed-nya lumayan besar, tapi belum bisa kita ungkap,” paparnya.

Selain efek saham, perseroan juga menangani sejumlah rencana penawaran umum surat utang atau obligasi yang berupa Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB). Ada juga rencana penawaran umum terbatas atau right issue dari PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang akan direalisasikan pada semester I tahun depan.

Sebagai informasi, RRI dan Iconomics Research memberikan apresiasi kepada perusahaan BUMN. Apresiasi ini diberikan dengan mempertimbangkan empat kategori: Pertama, market domination yaitu penghargaan kepada BUMN yang berhasil menjadi market leader di tengah persaingan yang ketat di industri yang menjadi core bisnisnya.

Kedua, brand awareness dan brand image yaitu apresiasi kepada BUMN yang berhasil menjaga citra dan reputasi perusahaan di tengah persaingan usaha yang ketat.

Ketiga, customer service quality yaitu apresiasi kepada BUMN yang berhasil memberikan pelayanan yang baik kepada customer baik secara offline maupun online.

Keempat, social economy contribution, yaitu apresiasi kepada BUMN yang memberikan kontribusi sosial ekonomi yang besar kepada masyarakat

Penilaian terhadap empat kategori tersebut dilakukan melalui beberapa metode. Pertama Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para pakar untuk mengetahui penilaian mereka terhadap BUMN.

Kedua, survey di 10 kota dengan jumlah responden 10.000++. Responden dalam survey ini adalah para milenial yang dibagi dalam dua kelas yaitu kelompok usia yaitu early milenial, mid milenial dan late milenial. Kedua, kelompok milenial berdasarkan pengasilan yaitu low income, mid income dan high income.

Untuk diketahui, selain BNI Sekuritas, ada sebanyak 40 perusahaan BUMN yang berhasil mendapatkan apresiasi kategori GOLD pada RRI BUMN Award 2019 tersebut.

 

Check Also

ASM Gelar Kegiatan Literasi Keuangan di Kalimantan Barat

Putussibau – PT. Asuransi Sinar Mas kembali menyelenggarakan kegiatan Literasi Keuangan yang pada kali ini …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *