Thursday , October 10 2019
Home / Berita / PLN Yakin Elektrifikasi di NTT Semakin Dekati 100 Persen

PLN Yakin Elektrifikasi di NTT Semakin Dekati 100 Persen

JAKARTA-Provinsi Nusa Tenggara Timur diklaim sebagai salah satu provinsi yang paling mampu mengoptimalisasi penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) di wilayahnya. Terutama dalam hal pemanfaatan energi surya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu energi alternatif yang ramah lingkungan. Dengan pemanfaatan yang optimal tersebut, tak heran bila kemudian rasio elektrifikasi di NTT terus meningkat signifikan, dari semula 62 persen pada tahun 2018 lalu menjadi 73,72 persen pada posisi tahun 2019 ini. “Dengan tren yang terus membaik itu, Saya yakin tak lama lagi elektrifikasi di sini (NTT) akan bergerak menuju 100 persen,” ujar General Manager (GM) PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Ignatius Rendoyoko, di Kupang, Jumat (13/9).

Dalam kesempatan yang sama, Ignatius juga membahas tentang tingkat literasi di NTT yang telah mencapai 1,8 persen, terutama di kalangan milenialnya. Dengan fakta tersebut, Ignatius berharap PLN sebagai sebuah BUMN secara berkala tetap melanjutkan berbagai program corporate social responsibililty (CSR) di bidang Pendidikan sebagaimana selama ini telah berjalan. “Harapannya dengan berbagai program kerjasama seperti dalam bentuk penyediaan beasiswa dan sistem vokasi serta link and match, para putra daerah ini akan mampu memiliki pengalaman yang berbeda, dalam mengenyam pendidikan, baik di dalam dan juga sampai ke mancanegara,” ujar Ignatius.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Direktur Human Capital Management (HCM) PLN, Muhamad Ali, bahwa di era disrupsi dan revolusi industry 4.0 terdapat tantangan tersendiri bagi pengelolaan sumber daya manusia di setiap organisasi. Dalam kacamata pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pihaknya juga membutuhkan SDM yang kompeten untuk memastikan, bisnis ketenagalistrikan dapat berjalan dengan baik dalam rangka melayani kebutuhan masyarakat. “Tidak hanya dari sisi hardskill, namun softskill juga diperlukan agar memiliki kematangan emosional dan sosial dalam dunia kerja,” tegas Ali. (JAT)

Check Also

Perkuat Kerjasama, Askrindo Gandeng BPD Kalteng

Jakarta – PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Persero) melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *