Sunday , September 15 2019
Home / Berita / PP Infrastruktur Bangun SPAM di Pekanbaru dan Kampar

PP Infrastruktur Bangun SPAM di Pekanbaru dan Kampar

Jakarta – PP (Persero) Tbk (PTPP) salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia melalui anak perusahaannya PT PP Infrastruktur telah menerima Surat Keputusan Penetapan Pemenang Pengadaan Badan Usaha Kerjasama Penyelenggaraan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, Senin (2/9/2019).

Konsorsium PPMV (PT PP Infrastruktur, Maynilad Water Services Inc dan PT Varsha Zamindo Lestari) merupakan badan usaha yang dibentuk untuk membangun dan mengelola SPAM Lintas Kota Pekanbaru – Kabupaten Kampar.

SK Penetapan Pemenang Pengadaan Badan Usaha Kerjasama Lintas Kota Pekanbaru-Kab. Kampar diberikan oleh Direktur PT SPR Nasir Day, yang telah ditunjuk sebagai penyelenggara SPAM Regional Provinsi Riau oleh Gubernur Riau, dan diterima oleh Direktur Operasional PT PP Infrastruktur Satya Priambodo, sekaligus sebagai kuasa resmi Konsorsium PPMV

PT PP Infrastruktur adalah perusahaan investasi, anak usaha PT PP (Persero) Tbk – BUMN terkemuka, yang bergerak di pembangunan dan pengelolaan infrastruktur seperti jalan tol, kawasan industri, pelabuhan, bandara, fiber optic, dan air minum, dimana saat ini proyek air minum merupakan salah satu bisnis utama PT PP Infrastruktur.

“SPAM Lintas Kota Pekanbaru – Kab.Kampar akan melayani +/- 624.000 jiwa (sekitar 102.000 Sambungan Rumah) di 5 kecamatan yaitu, Tampan, Bukit Raya, Marpoyan Damai, Siak Hulu, dan Tambang dengan peningkatan cakupan layanan 0 % di area pelayanan, menjadi 55 % (greenfields) dengan sumber air baku adalah Sungai Kampar. Standar kualitas air adalah air minum sampai di rumah pelanggan, dengan pelayanan 24 jam/hari,” ucap Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat dalam keterangan resminya, Selasa (3/9/2019).

Menurut Lukman, total nilai investasi yang akan digelontorkan oleh Konsorsium PPMV adalah kurang lebih sebesar Rp1,6 triliun, yang meliputi pembiayaan pembangunan Instalasi Pengolahan Air kapasitas output 1000 lpd, beserta seluruh bangunan kelengkapannya, pembangunan pipa transmisi, pembangunan seluruh jaringan distribusi di area pelayanan, serta membantu kedua PDAM untuk peningkatan kinerja dengan adanya ‘twinning program’.

“Kerjasama ini akan berlangsung selama 30 tahun antara Konsorsium PPMV dan Divisi Air PT Sarana Pembangunan Riau, PDAM Tirta Siak Kota Pekanbaru dan PDAM Tirta Kampar Kabupaten Kampar. Pembangunan SPAM Lintas Kota Pekanbaru-Kab. Kampar direncanakan akan dimulai pada tahun 2020 dan diharapkan air minum akan mengalir sampai di rumah pelanggan secara bertahap mulai di tahun 2021,” terang dia.

Kontrak Hingga Juli 2019

Sampai dengan Juli 2019, Perseroan berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 15,9 triliun. Pencapaian kontrak baru sebesar Rp 15,9 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru Induk Perseroan sebesar Rp 14,04 triliun dan Anak Perusahaan sebesar Rp 1,931 triliun.

Beberapa proyek besar yang berhasil diraih Perseroan sampai dengan bulan Juli 2019, antara lain : RDMP RU V Balikpapan Lanjutan di Kalimantan Timur sebesar Rp5,88 triliun, Tol Indrapura – Kisaran di Sumatera sebesar Rp3 triliun, Smelter Kolaka Tahap 1 dan 2 sebesar Rp700 miliar, dan Lamongan Shorebase Rp676 miliar.

Selain itu, ada Pesantren Mualimin Yogya sebesar Rp470 miliar, Pekerjaan Tambah Runway Soetta Sec. 1 sebesar Rp455,975 miliar, Kereta Api Makassar Pare-Pare sebesar Rp450 miliar, Sapras SPBU Rest Area sebesar Rp334 miliar, Landmark Telkom University sebesar Rp292 miliar, RSUD Soreang sebesar Rp269 miliar, Infrastruktur Tol Bakauheni sebesar Rp235 miliar, dsb.

“Manajemen optimis target kontrak baru Perseroan sampai dengan akhir tahun akan tercapai sebesar Rp50 triliun,” ucap Lukman.

Sampai dengan Juli 2019, perolehan kontrak baru dari BUMN mendominasi perolehan kontrak baru Perseroan dengan kontribusi sebesar Rp. 10,44 triliun atau 65,3%, disusul oleh Swasta sebesar Rp4,93 triliun atau 30,86% dan APBN sebesar Rp601 miliar atau 3,76% dari total perolehan kontrak baru.

“Sedangkan, perolehan kontrak baru`berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu Gedung sebesar 22,6%, Power Plant sebesar 22,6%, Jalan & Jembatan sebesar 21%, Oil & Gas sebesar 15,6% dan Industri sebesar 8,2% yang merupakan 5 (lima) kontributor utama dari portofolio kontrak baru Perseroan sampai dengan Juli 2019. Sisanya dikontribusi oleh Pelabuhan sebesar 4%, Bandar Udara sebesar 3%, dan Kereta Api sebesar 3%,” pungkas Lukman.

Check Also

Schneider Electric Perkenalkan Solusi Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik Pintar di Indonesia

Jakarta – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, menyatakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *