Thursday , October 10 2019
Home / Berita / Profauna Indonesia Apresiasi Penyelamatan Hiu di PLTU Paiton

Profauna Indonesia Apresiasi Penyelamatan Hiu di PLTU Paiton

MALANG-Profauna Indonesia, lembaga nirlaba yang concern dalam hal perlindungan hutan dan satwa liar, menyatakan apresiasinya terhadap upaya peyelamatan ikan hiu paus yang terjebak di kanal inlet di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Jawa Timur. Upaya penyelamatan tersebut dilakukan oleh Tim Rescue Shark Paiton yang dipimpin oleh Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letkol Inf. Imam Wibowo dan beranggotakan berbagai pihak, seperti Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Kementerian Linkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai Paiton, Polres Probolinggo dan lain sebagainya. “Sebagai sebuah entitas independen yang fokus terhadap isu perlindungan hutan dan satwa liar, kami secara obyektif sangat mengapresiasi tindakan penyelamatan hiu paus dan kembali membawanya ke laut lepas. Kami salut karena sebenarnya tidak banyak orang yang peduli terhadap hal-hal semacam ini,” ujar Ketua Profauna Indonesia, Rosek Nursahid, dalam keterangan resminya, di Malang, Jumat (20/9).

Semakin membanggakan, menurut Nursahid, lantaran upaya penyelamatan ini melibatkan berbagai lembaga pemerintah, kalangan swasta hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Dengan fakta tersebut, Nursahid menilai bahwa kesadaran masyarakat terhadap isu perlindungan hutan dan satwa liar sudah semakin membaik. “Dengan berkembangnya teknologi, banyak anak muda yang dengan akses yang mereka miliki, jadi cepat sekali memperoleh berbagai informasi dari kanal-kanal yang tersedia. Perkembangan ini sangat positif bagi setiap upaya perlindungan dan menjaga kelestarian alam,” tutur Nursahid. Kondisi ini, lanjut Nursahid, sangat berbeda dengan kondisi 20 tahunan yang lalu, saat Profauna mulai merintis upaya perlindungan hutan dan satwa liar di Indonesia. Saat itu tingkat kepedulian masyarakat masih sangat rendah dan berbeda jauh dengan tingkat kesadaran yang ada saat ini. “Meski memang harus diakui hal semacam ini sangat tergantung jenis kasusnya, namun tingkat kepedulian saat ini memang sudah mulai tinggi. Karenanya, kami sangat bersyukur dan mengapresiasi terhadap kondisi ini,” tegas Nursahid. (JAT)

Check Also

Perkuat Kerjasama, Askrindo Gandeng BPD Kalteng

Jakarta – PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Persero) melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *