Sunday , September 15 2019
Home / Berita / Ristia Bintang Dorong Nusantara Almazia IPO Agar Lebih “Lincah”
seorang investor tengah melintas di depan papan informasi harga saham di Gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Ristia Bintang Dorong Nusantara Almazia IPO Agar Lebih “Lincah”

PT Nusantara Almazia Tbk telah memastikan bakal segera melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) dalam waktu dekat. Sebanyak 461,54 juta saham atau setara dengan 21 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan telah disiapkan untuk dilepas ke publik dengan kisaran harga perdana sekitar Rp200 hingga Rp220 per saham.

Dengan telah IPO, perusahaan diharapkan bisa lebih lincah dalam menghadapi tantangan dan persaingan pasar yang ada di masa mendatang. “Kenapa (Nusantara Almazia) kami dorong untuk go public? Agar mereka ke depan bisa lebih lincah. Lebih bisa mandiri dan kuat menghadapi persaingan. Dengan begitu akan berpengaruh juga ke (kinerja) kami,” ujar Direktur Utama PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS), Richard R Wihardja, di Jakarta, Kamis (5/9).

PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) sendiri merupakan perusahaan properti yang lebih fokus menggarap bisnis real estate dan jasa kontraktor. Sedangkan PT Nusantara Almazia Tbk sendiri merupakan perusahaan asosiasi di bawah kepemilikan saham RBMS.

“Kami pegang 43 persen saham di Nusantara (Almazia). Kalau di atas 50 persen kan anak usaha, sehingga istilahnya (perusahaan) asosiasi, bukan anak usaha. Pasca IPO pun kepemilikan (saham) kami masih akan sama. Tidak berkurang, karena yang dilepas ke publik adalah porsi (saham) yang lain. Bukan yang milik kami,” tutur Richard.

Ke depan, RBMS juga tengah mempersiapkan konsep kerjasama antara PT Nusantara Almazia Tbk dengan salah satu anak usaha RBMS, yaitu PT Alam Indah Selaras (AIS) dalam penggarapan proyek di Kawasan Jawa Barat dan Banten.

“Untuk tahun ini kami akan bangun rumah jenis FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sebanyak 300 unit. Untuk tahun depan, Nusantara (Almazia) dan AIS akan bareng-bareng bangun 2.000 unit di Karawang (Jawa Barat) dan Tangerang (Banten). Belum ditentukan masing-masingnya berapa,” tegas Richard. (AHM)

Check Also

Schneider Electric Perkenalkan Solusi Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik Pintar di Indonesia

Jakarta – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, menyatakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *