Sunday , September 15 2019
Home / Berita / Semen Indonesia Pacu Proyek Perbaikan Jalur Transjakarta
lantaibursa.id/HO Para pekerja saat melakukan perbaikan jalur Bus Transjakarta koridor 1 di Jakarta, Jumat (06/09/2019).

Semen Indonesia Pacu Proyek Perbaikan Jalur Transjakarta

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) melalui salah satu entitas usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk berhasil mendapatkan proyek pengerjaan perbaikan jalur Transjakarta untuk koridor 1, 3 dan 9. dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Penandatanganan kontraknya sendiri baru saja dilakukan pada bulan ini.

Presiden Direktur Solusi Bangun Indonesia Aulia Mulki Oemar mengatakan dalam pengerjaan proyek ini perusahaan menggunakan beton cepat kering (speedcrete) dengan metode rapid setting. Melalui penggunaan teknologi dalam proses pengecoran akan sangat membantu pengeringan semennya, sehingga kegiatan masyarakat tidak menjadi terganggu.

““Sengaja dikerjakan saat malam hari untuk mengurangi potensi dampak kemacetan. Besok saat pagi sudah bisa dilewati karena ini menggunakan jenis beton cepat kering. Sehingga diharapkan tidak menyebabkan kemacetan,” katanya di Jakarta, Kamis (5/9).

Sementara itu Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Hari Nugroho menjelaskan di tahap awal, kontrak kerjasama PT SBI dengan Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta baru disepakati untuk pengerjaan perbaikan di empat koridor dari total 10 koridor yang diidentifikasi mengalami kerusakan. Salah satu dari keempat koridor tersebut diantaranya adalah koridor satu, mulai dari Blok M-Kota dan koridor tiga, dari Kalideres ke Harmoni.

“Jenis beton yang kita gunakan kualitasnya tinggi. Selain cepat keras, dia juga bisa tahan sampai 4-5 tahun. Bahkan jaminannya bisa sampai 10 tahun. Ini jauh lebih bagus dibanding yang biasa, yang sekitar 1-2 tahun sudah habis , apalagi kalau sering terendam air,”jelasnya.

Sebagai catatan salah satu titik kerusakan terparah yang teridentifikasi berada di koridor 12. Panjang kerusakan jalannya mencapai 11 kilometer dari total jalur 400 kilometer. Sementara di koridor lain jumlah kerusakan relatif beragam mulai dari 500 meter hingga dua kilometer.

“Kalau kita hitung (total kerusakan) itu sekitar hampir tiga persen. Ada di spot-spot tertentu. Ada yang 500 meter, ada 1.500 meter atau bisa sampai 2.000an meter, jadi sekitar dua kilometer,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi Perusahan Semen Indonesia, Sigit Wahono mengungkapkan bahwa dengan metode Rapid setting waktu proses pengerjaan menjadi lebih cepat serta memberikan hasil yang optimal. Hal ini bisa terjadi lantaran didukung dengan peralatan muktahir seperti Laser Screed yang dapat menjamin kerataan dan kemiringan hasil jalan serta aspek keselamatan kerja yang diterapkan dalam melakukan pekerjaan di lapangan.

“SpeedCrete merupakan salah satu produk dari PT Solusi Bangun Indonesia untuk solusi pembetonan dengan kekuatan sangat tinggi. Perkerasan beton hanya membutuhkan waktu 8 jam,” tutupnya.

 

Check Also

Schneider Electric Perkenalkan Solusi Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik Pintar di Indonesia

Jakarta – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, menyatakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *