Wednesday , December 11 2019
Home / Berita / Menilik Perkembangan Industri Reksadana Syariah Jelang Akhir Tahun

Menilik Perkembangan Industri Reksadana Syariah Jelang Akhir Tahun

Jakarta – Pertumbuhan AUM dan unit reksadana selama periode Januari hingga akhir Oktober 2019 tercatat bervariasi. Berdasarkan data Infovesta, pertumbuhan AUM dari ke empat jenis reksadana yaitu reksadana pendapatan tetap, saham, pasar uang, dan campuran secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 0,21%.

Pertumbuhan total dana kelolaan tertinggi dipegang oleh reksadana syariah pasar uang dengan persentase perubahan AUM sebesar 139,10% serta merupakan pertumbuhan tertinggi selama 3 tahun terakhir dari tahun 2017.

Pertumbuhan unit dari ke empat jenis reksadana secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 24,82% dimana pertumbuhan unit tertinggi juga dipegang oleh reksadana syariah pasar uang dengan persentase pertumbuhan unit sebesar 134,83%.

Sebaliknya, pertumbuhan AUM terendah dipegang oleh reksadana syariah saham dengan persentase penurunan sebesar 24,55%, lalu diikuti dengan reksadana campuran dengan persentase penurunan sebesar 17,03%. Penurunan AUM reksadana syariah saham dan campuran ini merupakan terendah yang pernah dicapai dari tahun 2017.

Dari data diatas maka terdapat indikasi bahwa investor memiliki minat yang lebih tinggi terhadap reksadana syariah dengan jenis pasar uang daripada reksadana syariah jenis lainnya.

Sekadar informasi, seluruh reksa dana sendiri mencetak kinerja imbal hasil yang cukup beragam pada penutupan pekan lalu. Disisi lain IHSG mencatat pertumbuhan kinerja negatif yaitu sebesar -0,80%.

Hal ini membawa dampak negatif terhadap Reksa Dana Saham yang mencatat kinerja negatif pada penutupan pekan lalu yaitu sebesar 1,38%.

Hal yang sama terjadi pada Obligasi Pemerintah yang turun sebesar 0,14%, sedangkan Obligasi Korporasi naik sebesar 0,13%. Hal ini berimbas pada kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap yang mencatat pertumbuhan negatif yaitu sebesar 0,06%.

Sementara Reksa Dana Campuran mencatat kinerja imbal hasil negatif yaitu sebesar 0,74%. Untuk Reksa Dana Pasar Uang mencatat kinerja imbal hasil positif yaitu sebesar 0,11%.

Check Also

Midea Luncurkan Mesin Cuci Berbasis IoT

Jakarta – Midea perusahaan elektronik asal China meluncurkan mesin cuci front load MFD180 yang berkapasitas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *