Sunday , February 16 2020
Home / Berita / CSAP Akhiri Tahun Dengan Capaian Ekspansi Sesuai Target
lantaibursa.id/HO Direktur Utama Mitra10 Andy Totong (kiri) bersama Direktur Utama PT Propan Raya Kris R. Adidarma (kanan) dan Komisaris Utama PT Catur Sentosa Adiprana Tbk Achmad Widjaja (tengah) serta jajaran direksi dan manajemen saat berkeliling gerai usai pembukaan gerai mitra10 ke-31 di Yogyakarta, Kamis (04/07/2019).

CSAP Akhiri Tahun Dengan Capaian Ekspansi Sesuai Target

JAKARTA-PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) baru meresmikan jaringan superstore Mitra10 ke-34 miliknya yang dibuka di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Dengan peresmian pembukaan tersebut, perusahaan pemilik jaringan ritel modern di industri bahan bangunan dan home improvement itu telah berhasil merealisasikan target ekspansi berupa penambahan lima gerai baru di sepanjang tahun 2019 ini. Selain Solo yang baru saja diresmikan, sebelumnya CSAP telah membuka superstore barunya di Cirebon, Yogyakarta, Surabaya dan juga Makassar. “Dengan diresmikannya gerai Mitra10 ke-34 di Solo ini, maka rencana ekspansi kami di lima kota utama di Indonesia telah tuntas. Ke depan, kami akan semakin agresif dalam hal ekspansi, dengan mengejar target total jumlah gerai Mitra10 mencapai 50 gerai pada tahun 2021 mendatang,” ujar Corporate Secretary CSAP, Idrus Widjajakusuma, di Jakarta, Rabu (11/12).

Saat ini, CSAP dikenal public sebagai perusahaan distribusi bahan bangunan terbesar di pasar Indonesia. Tak hanya bahan bangunan, produk-produk yang disediakan CSAP melalui gerai Mitra10-nya meliputi bahan kimia kimia dan Consumer Goods/ FMCG, dan juga berbagai produk furniture melalui jaringan gerai Atria. Saat ini CSAP memiliki 42 Cabang Distribusi Bahan Bangunan di 40 kota besar, empat Cabang Distribusi Kimia, 38 Area Distribusi FMCG, 34 gerai Mitra10 Ritel Modern Bahan Bangunan & Home Improvement dan 12 gerai Atria Ritel Modern Home Furnishing. Seperti halnya di kota-kota lain, lewat gerai Mitra10 Solo Baru ini CSAP ingin semakin mendekatkan jaringannya dengan masyarakat di kota-kota besar dan dianggap punya potensi cukup besar. Prospek usaha CSAP tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan oleh pemerintah sebesar 5,2% (BI). Tentunya pertumbuhan ini tidak terlepas kaitannya dengan konsumsi dan kebutuhan akan perumahan oleh masyarakat Indonesia. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga juga meningkat 5,1% dengan tingkat inflasi 2,8% (BI). Backlog kebutuhan akan rumah telah mencapai 7,6 juta rumah (data dari Kementerian PUPR Maret 2019). Dengan indikator ini, CSAP sangat konfiden bahwa iklim usaha di Indonesia sangat prospektif, kondusif dan mendukung pertumbuhan bisnis CSAP yang fokus di bidang bahan bangunan baik itu distribusi maupun ritel modern. (JAT)

Check Also

Rekening Efek yang Diblokir akan Dipisahkan Satu per Satu

Jakarta – Sebanyak 800 rekening efek terkena blokir. Perintah blokir diamanatkan langsung oleh Kejaksaan Agung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *