Friday , January 24 2020
Home / Berita / Kolaborasi Millenials dan Gen Z Siap Sulap Museum Jadi Lebih Asyik

Kolaborasi Millenials dan Gen Z Siap Sulap Museum Jadi Lebih Asyik

JAKARTA-Di tengah peran dan fungsinya sebagai media belajar sekaligus wadah melestarikan sejarah, keberadaan museum di masyarakat masih saja menemui sejumlah kendala. Persepsi negatif berupa tempat yang sepi dan membosankan masih melekat pada museum, yang di wilayah Jakarta saja, misalnya, ada 80 museum lebih yang menyimpan berbagai data-data penting terkait sejarah. “Ini menjadi tantangan tersendiri bagi semua pihak, terutama bagi Putera dan Puteri Duta Museum 2019 ke depan. Dengan peran dan fungsinya yang sebenarnya sangat penting dan strategis, museum-museum ini perlu ‘sentuhan baru’ dari generasi millennials dan Gen Z mulai dari ide pemasaran hingga perbaikan internal manajemen museum itu sendiri,” ujar Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI Jakarta, Yiyok T Herlambang, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Sabtu (21/12).

Menurut Yiyok, ajang Duta Museum DKI Jakarta 2019 merupakan ajang pemilihan calon Putera dan Puteri Duta Museum yang digelar di bawah AMI DKI Jakarta Paramita Jaya. Ajang ini sengaja diinisiasi demi mempromosikan museum yang ada di DKI Jakarta baik di dalam maupun di luar negeri, agar lebih populer dan dikenal masyarakat luas. Para finalis yang telah mengikuti serangkaian proses pembekalan dan karantina sejak 1 Desember 2019 lalu telah mendapatkan materi dan penjurian dari tokoh-tokoh expert di bidangnya, seperti Sylviana Murni, Dion Dewa Barata, Adhyanti Sardanarini Wirajuda, Siti Farida Haryoko, Ali Akbar, Intan Mardiana, Pamuji Lestari, dan Deivy Zulyanti Nasution. “Para Duta museum ini harus dapat mengajak masyarakat untuk datang ke museum dan mengambil manfaatnya sebagai ajang edutainment yang menarik. Selanjutnya pada tahun depan mereka akan melanjutkan proses pemilihan hingga ke tingkat nasional,” tutur Yiyok.

Di lain pihak, Sekretaris Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Sekdisparbud) DKI Jakarta, Asiantoro, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan pemilihan Duta Museum telah mendapat respon positif Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. “Pemerintah DKI Jakarta jelas mendukung ini dan hendaknya dapat dikolaborasikan dengan para finalis dan juga seluruh peserta yang berpartisipasi,” ujarnya. Terlebih, menurut Asiantoro, tahun depan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara nomenklatur pemerintahan akan berpisah dengan Kebudayaan. Dengan demikian, museum yang masuk di Dinas Kebudayaan disebut akan lebih bisa fokus lagi dalam membuat event menuju Duta Museum tingkat Nasional. (JAT)

Check Also

Kemenkeu Berikan Tax Holiday ke Chandra Asri

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyetujui PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) mendapatkan perolehan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *