Monday , May 25 2020
Home / Berita / MNC-SCTV Kerjasama Produksi Konten di Segmen OTT

MNC-SCTV Kerjasama Produksi Konten di Segmen OTT

JAKARTA-Bisnis layanan data, informasi dan multimedia berbasis platform over the top (OTT) seolah menjadi fenomena global yang kiprahnya kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Di dunia hiburan, misalnya, hadirnya tayangan berbasis internet seperti Netflix, iFlix hingga Hooq seolah menjadi ancaman nyata bagi pelaku industri televisi terrestrial seperti RCTI, Global TV, SCTV dan lain sebagainya. Tak ingin menjadi bulan-bulanan dalam persaingan dengan pelaku bisnis OTT, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) pun sepakat bekerjasama dalam memproduksi konten (co-production) yang nantinya bisa ditayangkan di platform OTT masing-masing. “Intinya kami bersepakat untuk berkolaborasi bersama secara strategis untuk menghadapi tantangan ke depan,” ujar Presiden Direktur MNCN, David Fernando Audy, di Jakarta, Kamis (12/12).

Sebagaimana diketahui, MNCN merupakan perusahaan yang menaungi jaringan televisi MNC Group, sedangkan SCMA merupakan perusahaan di balik brand televisi nasional SCTV. Nantinya kerjasama dari dua raksasa industri media nasional ini akan bersifat fifty-fifty baik dalam hal investasi maupun kepemilikan saham. Menurut David, strategi ini sengaja diambil mengingat kebutuhan investasi untuk dapat memproduksi konten untuk ditayangkan dalam platform OTT relatif cukup besar. “Maka daripada kami produksi sendiri-sendiri yang tentu costnya akan mahal, maka lebih baik kita kerjasamakan. Tak hanya untuk dua pihak saja, kerjasama ini juga terbuka untuk stasiun-stasiun televisi nasional lain, seperti Trans TV, Metro TV atau pun TV One. Kami sangat terbuka,” tutur David.

Selain faktor besarnya investasi yang dibutuhkan, David juga menegaskan bahwa di balik kerjasama ini ada semangat nasionalisme agar pasar Indonesia tidak dikuasai dan dieksploitasi oleh pelaku industri luar negeri. David menyatakan bahwa stasiun-stasiun televisi nasional harus saling bersinergi untuk dapat menjasi pemenang di pasar dalam negeri sendiri. “Kami tidak ingin Indonesia ini hanya sebagai target penjualan pasar dunia saja, sedangkan kita yang di dalam (negeri) hanya bisa jadi penonton. Kami tidak ingin seperti itu. Kita harus tetap kuat sebagai sebuah negara dengan perusahaan nasionalnya yang dominan dan memenangkan pasarnya sendiri,” tegas David. (JAT)

Check Also

TIKI Siap Hadapi Lonjakan Volume Pengiriman Jelang Lebaran

Jakarta – PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) telah mempersiapkan operasionalnya urntuk mengantisipasi volume pengiriman …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *