Monday , February 17 2020
Home / Berita / BALI Siapkan Obligasi Hingga Rp1,6 Triliun

BALI Siapkan Obligasi Hingga Rp1,6 Triliun

JAKARTA-PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) tengah bersiap menerbitkan surat utang (obligasi) dengan nilai total mencapai Rp1,6 triliun. Untuk tahap pertama, aksi korporasi yang merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Bali Tower itu bakal ditawarkan separuhnya, yaitu sebanyak-banyaknya sebesar Rp800 miliar. Guna membantu proses penawaran, emiten menara telekomunikasi tersebut telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek (joint lead underwriters) serta PT Bank Bukopin Tbk untuk berperan sebagai wali amanat. “Surat utang tahap satu itu akan terbagi dalam dua seri, yaitu Seri A dengan tenor tiga tahun dan kupon sebesar 9,2 persen hingga 9,8 persen, serta Seri B dengan tenor lima tahun dan 9,7 persen sampai 10,3 persen. Pembayaran bunga nantinya akan dilakukan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi,” ujar Direktur PT Trimegah Sekuritas Tbk, David Agus, di Jakarta, Kamis (30/1).

Rencananya dana hasil penerbitan obligasi oleh manajemen sebagian besar bakal digunakan untuk refinancing beban utang perusahaan. Porsi dana yang bakal disiapkan untuk keperluan tersebut mencapai 80 persen dari perolehan dana hasil obligasi. “Sedangkan 20 persen sisanya akan kami gunakan untuk capital expenditure dan working capital,” ujar Direktur Utama PT Bali Towerindo Sentra Tbk, Jap Owen Ronadhi, dalam kesempatan yang sama. Jap berharap pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah dapat diterbitkan pada tanggal 21 Februari 2020 mendatang. Dengan demikian maka masa penawaran umum obligasi bisa digelar pada tanggal 24-25 Februari 2020. Terakhir, proses pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan sudah bisa dilakukan pada 2 Maret 2020. “Obligasi ini sudah mendapatkan peringkat A dari PT Fitch Ratings Indonesia. BALI juga telah memutuskan untuk menjamin obligasi ini dengan aset berupa menara telekomunikasi milik BALI dan entitas anak yang mencakup 100 persen dari total emisi obligasi.,” tutur Jap.

Tak hanya itu, pembayaran tunai juga dilakukan oleh PT Indonesia Infrastructure Finance sebagai penanggung obligasi sebesar 50 persen dari pokok obligasi yang diterbitkan apabila terjadi kelalaian oleh pihak perusahaan. Selain itu, manajemen BALI juga menyediakan penyisihan dana untuk obligasi ini sebesar satu periode pembayaran bunga sebagai ‘bantalan’ untuk mengantisipasi gangguan yang terjadi di tengah-tengah masa obligasi. (JAT)

Check Also

Rekening Efek yang Diblokir akan Dipisahkan Satu per Satu

Jakarta – Sebanyak 800 rekening efek terkena blokir. Perintah blokir diamanatkan langsung oleh Kejaksaan Agung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *